KARTEL X CONFUSIÓN MASIVA: Memantik Kekacauan

‎Dua band dari dua benua berbeda; Kartel dan Confusión Masiva berkonspirasi dalam sebuah album split berjudul “Katalis Confusivo”.
kartel
KARTEL

Kartel sendiri adalah unit thrash metal asal Tangerang, Banten yang telah merilis album bermuatan 10 trek bertajuk “Ordo Karnivora” pada 17 Agustus 2025 lalu.

Berawal dari album itulah, kerja sama dengan Confusión Masiva, unit crossover thrash metal asal Santa Lucia, Uruguay terbuka.

“Kerja sama ini bermula ketika akun kurator skena thrash global mengunggah album kami di akunnya. Dari sana masuk beberapa respon positif ke DM (direct message) kami, dari band, label maupun personal,” ujar pihak Kartel kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

Sejak itu, Kartel dan pihak Confusión Masiva pun terus berkomunikasi, saling bertukar materi, saling dengar, lalu merasa ada energi dan misi yang sama, meski berasal dari dua benua berbeda.

“Confusión Masiva datang dari Uruguay, membawa tema penindasan dan kekacauan sosial. Sangat sejalan dengan apa yang kita rasakan di sini.”

Dari kesamaan itulah, akhirnya ide membuat album split muncul. Dua sudut pandang, satu keresahan. “Kami ingin menunjukkan bahwa amarah terhadap ketidakadilan ternyata universal.”

Judul “‎Katalis Confusivo” dimaknai sebagai pemantik kekacauan. Bukan seperti kekacauan yang tanpa arah, melainkan sebab reaksi yang lahir dari penindasan yang terus dipaksakan.

‎Melalui musik thrash sebagai penyulutnya, kedua band menyalurkan kemarahan kolektif menjadi suara perlawanan. Tema-tema seperti represi, manipulasi kekuasaan, dan kebingungan sosial menjadi benang merah dalam rilisan tersebut.

Sebuah kolaborasi yang menjadi bukti bahwa batas geografis tidak membatasi suara perlawanan. Tekanan yang sama dapat melahirkan reaksi yang sama pula, di mana pun kalian berada.

kartel
Confusión Masiva

Amarah Kolektif

Vokalis ‎Rilo Pambudi, gitaris Dhika Chriswara, bassis Komarrudin serta dramer Dani Andrean menyumbangkan dua amunisi berbahaya dari album “Ordo Karnivora” di kemasan “Katalis Confusivo”. Masing-masing bertajuk “Ordo Karnivora” dan “Gorok NKRI”.

Sementara Confusión Masiva juga menyuntikkan dua komposisi andalannya, yang berjudul “Devastación” dan “Especie en Extinción”.

Kartel mengungkapkan bahwa dua lagu yang mereka pilih untuk album split tersebut lahir dari gundah yang memang sudah mereka bawa sejak lama.

“Kami banyak berbincang soal tekanan hidup, amarah kolektif, dan situasi sosial yang makin menekan. Dari situ, riff dan lirik berkembang secara natural,” cetus mereka meyakinkan.

Proses kreatifnya dimulai dari ide gitar, lalu dibongkar bersama di ruang latihan sampai ketemu bentuk akhir. Setelah itu, barulah para personel Kartel mematangkannya secara struktur, dinamika serta nuansa vokalnya.

“Proses rekamannya sendiri cukup memakan waktu karena beberapa hal yang sepertinya banyak anak band yang mengalami, yaitu uang dan waktu… hahaha!”

kartel

Lugas Menghantam

Secara musikal, Kartel menyebut musik mereka di karya yang direkam di ERK Music Studio tersebut berdiri di wilayah crossover thrash. Merupakan perpaduan antara kecepatan thrash metal dengan energi hardcore.

“Yang ingin kami tonjolkan adalah riff tajam dan langsung ke inti groove yang bisa ‘menggugah kepala’, (serta) lirik yang jelas, bukan sekadar teriak.”

Karena tumbuh dengan mendengarkan banyak band thrash dan hardcore, sedikit banyak memberi pengaruh yang cukup besar dalam pembentukan identitas musik Kartel.

Namun dalam peracikan lagu-lagu yang memperkuat “Katalis Confusivo”, Kartel memilih mendengar ulang band-band yang mereka anggap keras, namun tetap punya isi di liriknya.

“Tidak berlebihan secara teknis, tapi terasa ‘berbahaya’. Alih-alih meniru, referensi itu kami jadikan bahan energi. Kami lebih fokus menjahit karakter Kartel sendiri, sederhana, lugas, tapi menghantam!”

Kekuatan itu, lantas dikombinasikan dengan muntahan lirik yang benar-benar dipikirkan secara matang. Pendekatan tema menjadi hal yang membedakan Kartel dibanding band-band sejenis.

“Kami bicara tentang kerja, industri, tekanan sistem dan kejenuhan sehari-hari. Dekat dengan realitas kami di Tangerang, kota yang padat dan sibuk.”

Album split “Katalis Confusivo” telah dirilis di berbagai gerai digital sejak 4 Januari 2026. Salah satunya dapat diakses melalui kanal Bandcamp. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.