Kilometer resmi merilis album terbarunya, yang bertajuk “Reign Over Fire” via label independen, Undertaker Records pada 13 Maret 2026 lalu.
Unit hardcore asal Tangerang Selatan memuntahkan manifest tentang bertahan, melawan dan menyalakan kembali api yang tak pernah padam di album penuh tersebut.
Sebuah karya rekaman yang merangkum perjalanan panjang Kilometer di skena hardcore dari masa liar tanpa arah hingga fase dewasa yang penuh tanggung jawab, tanpa pernah kehilangan bara perlawanan.
“Karena berbagai referensi baru yang kami dapat dari segi sound, lirik dan knowledge, jadi bisa dibilang ‘Reign Over Fire’ ini lebih ‘matang’ dari katalog rilisan kami sebelum-sebelumnya,” seru pihak band kepada MUSIKERAS.
Respect, Survive
Secara musikal, “Reign Over Fire” menandai lompatan paling progresif dalam katalog Kilometer. Setiap komposisi lahir dari spektrum referensi yang lebih luas dan kedewasaan musikal para personel membuat lanskap suaranya terasa kontras dibanding rilisan sebelumnya.
Struktur, dinamika, hingga pendekatan aransemen bergerak lebih berani, namun down-tempo dan rap-ing vokal khas Kilometer tetap ada di dalam album ini.
Seolah membuka ruang baru tapi tanpa menghilangkan identitas mereka.
“Tapi kami tetap mainin hardcore dengan sound heavy, lirik tentang brotherhood, solidarity dan respect. Mungkin ada beberapa lirik tentang survive dan perlawanan di album ini.”
Dalam penggarapannya, vokalis Saipul Anwar (Tebsky), gitaris Robby Gunawan, bassis Yosafat Krisada serta dramer Pikri Parizapullah banyak mengulik sound ala band-band hardcore Eropa dan Inggris.
“Tapi secara lirikal, gua tetap mendengarkan dan menulis lirik macam band-band hardcore AS, terutama New York hardcore seperti Madball, Sick Of It All dan Agnostic Front,” ujar Tebsky menegaskan.

Mesin Pembunuh
Kilometer melampiaskan 10 lagu di album penuhnya. Di beberapa lagu, mereka mengajak beberapa teman musisi untuk berkolaborasi.
Di antaranya ada Herman Yoseph Dhyas Aries Utomo aka KMNG (Serigala Malam) yang menyumbangkan vokal di lagu “Barisan Api”.
Lalu ada Mahesa Agni (Humanimal) di lagu “Legacy”, Yolando Putra di “Against The Wall”, Istantos di lagu “Mesin Pembunuh” serta vokal Taufik Maulana aka Acil/Nana (NVNA) di lagu “Our Time”, “Jurang” dan “Kobar”.
Saat menjalani proses produksi album “Reign Over Fire”, Kilometer beberapa melakukan perubahan konsep dan bahkan ganti personel. Itulah yang membuat penggarapannya memakan waktu sekitar tiga tahunan.
Lalu keseluruhan lagu dimana penataan mixing dan mastering dipercayakan kepada Acil itu, mereka juga sempat menghadapi kendala teknis di penggarapan lagu “Barisan Api”.
“Musiknya yang paling sering kami revisi. Entah kenapa, padahal nggak ribet-ribet banget isiannya,” cetus mereka sambil tertawa.
Lalu dari sisi lirik, lagu itu juga menjadi trek paling akhir yang direkam vokalnya. Maklum terkendala domisili yang berbeda, dimana Kilometer di Tangerang Selatan, sementara KMNG di Yogyakarta.
“Jadi kami lempar-lemparan data. Vokal untuk lagu ini kami rekam di tiga studio. Pertama saat guide di JFH Prod, Pamulang. Mas KMNG take di Hellhouse Studio, Yogyakarta dan Tebsky di Gilang Musik Studio, BSD.”
Selain merilisnya dalam format digital, Kilometer turut menyiapkan beberapa rencana lainnya untuk album “Reign Over Fire”. Mulai dari rilisan fisik hingga aktivasi tur dan peluncuran resmi yang akan difasilitasi Undertaker Records. (mdy/MK01)