Pure Wrath sudah hampir sampai di titik perilisan album studio keempatnya. Sebuah kemasan karya rekaman bermuatan lima lagu bertajuk “Bleak Days Ahead”, yang dicanangkan meluncur ke ranah publik pada 24 April 2026 mendatang.
Masih dalam perjalanan menuju peluncurannya, unit black metal atmosferik asal Bekasi, Jawa Barat ini kembali memperdengarkan salah satu amunisinya, yang kali ini berjudul “Haven of Echoes”.
Lagu tersebut, menangkap momen sederhana namun jujur: ketika rumah menjadi tempat beristirahat, tetapi juga ruang dimana pikiran tidak pernah benar-benar berhenti.
Rumah terlihat seperti tempat perlindungan dari kerasnya hari. Sebuah jeda dari dunia luar yang melelahkan. Namun ketika akhirnya sampai di rumah, sisa-sisa hari itu tidak benar-benar hilang. Ia ikut pulang.
Pikiran mulai berkelana, mengulang percakapan, kejadian dan tekanan yang tadi siang terasa begitu nyata. Keheningan malam justru memberi ruang bagi gema-gema itu untuk mengendap lebih lama.
Bagi Januaryo Hardy (Ryo), arsitek di balik entitas Pure Wrath, “Haven of Echoes” merupakan karya monumental, karena penulisan riff dan komposisi yang tidak biasa dalam katalog Pure Wrath.
Mengakomodir kord-kord melodius dan juga dissonant, dalam dinamika crescendo, tempo medium di bawah rata-rata komposisi Pure Wrath yang lainnya, dan ditutup dengan element slugde.
Dalam merancang strukturnya, Ryo menuturkan kepada MUSIKERAS bahwa ia selalu melibatkan pemikiran seakan-akan membangun sebuah monumen berpondasi besar sebagai kaki, dengan puncak runcing di ujung atasnya.
Lalu konteks ‘black metal’ yang diterapkannya, didorong hingga menembus batas-batas atau pakem yang umum dikonsumsi paham tersebut. Ryo menegaskan, ia selalu mengerucutkan waktu dan tempat di mana Pure Wrath berada secara kontekstual.
“Menurut saya, pendekatan musik, ideologi, dan hubungan spiritual saya dengan Pure Wrath merupakan yang terdalam yang bisa saya temukan dalam konteks ‘black metal’ di Indonesia,” cetusnya meyakinkan.
“Pure Wrath selalu menancapkan monolit-monolit yang kokoh pada setiap era keluarannya, dari (album) ‘Ascetic Eventide’ ke ‘Hymn to the Woeful Hearts’, hingga era ‘Bleak Days Ahead’ tiba, seraya tendensi akan kehancuran monolit-monolit tersebut datang dan membabi-buta, tak terbendung.”

Referensi Nyata
Dalam penerapannya, Pure Wrath akan selalu berevolusi seiring dengan peristiwa-peristiwa yang terlihat nyata. Bukan pemakai elemen-elemen ketuhanan, kultus atau bahkan romantisme alam yang rindang padahal terkoyak rata.
“Entitas-entitas ‘black metal’ di Indonesia tidak cukup berani membuang-buang, eksesif, dan destruktif dalam pendekatan artistiknya, dan itu tidak ada dalam senarai Pure Wrath!”
Menolak terjebak dalam paham tipikal black metal, tercermin di racikan komposisi serta aransemen “Haven of Echoes”, atau album barunya keseluruhan.
Ryo menyebut, kehidupan masa kini yang terasa semakin berat, meragukan, tidak masuk akal, dan menyempitkan akal sehat adalah referensi nyata dalam proses kreatif penggarapan album “Bleak Days Ahead” secara keseluruhan.
Tak harus terpaku pada referensi sonik dalam alam black metal semata.
Sejak dibentuk pada 2014 silam, Pure Wrath di antaranya telah menetaskan album “Ascetic Eventide” (20 Februari 2017), “Sempiternal Wisdom” (31 Oktober 2018), “Hymn to the Woeful Hearts” (18 Februari 2022) serta selingan EP “The Forlorn Soldier” (6 Maret 2020).
Keseluruhan karya rekaman tersebut bisa didengarkan via kanal Bandcamp.
Perilisan “Bleak Days Ahead” sendiri masih dikolaborasikan dengan label independen asal Prancis, Debermur Morti Productions.
Dalam pengeksekusian musiknya, Ryo yang juga memoles mixing dan mastering dibantu oleh Yurii Kononov (Yurii Ciel) untuk keseluruhan isian dram.
Juga ada kontribusi suara dari Dany Tee (Los Males Del Mundo/Nekyros/Acathexis), Tandani Mutaqim (Sethos) dan Andrew Rodin (Stoned Jesus) serta P.F. untuk alunan saksofon.
Lalu mengapa publik metal perlu mengantisipasi kehadiran “Bleak Days Ahead”?
“Karena ‘Bleak Days Ahead’ adalah hidupmu. Hidupmu sekarang, saat ini, yang terasa stabil, namun di dalamnya kamu perlahan mati. Kematian yang tidak kamu tunggu berada di ujung jalan buntu, yang saat ini sedang kamu saksikan dengan mata lelahmu.” (mudya/MK01)
Daftar lagu:
- Bleak Days Ahead, Pt. I (10:04)
- Bleak Days Ahead, Pt. II (10:01)
- Haven of Echoes (7:39)
- Spectral Insomnia (7:27)
- Opaque Mist (6:00)