KRASKOMBAT: Ketika Diayun di “Lintas Sumatera”

Kisah perjalanan, kerinduan dan pengorbanan divisualkan Kraskombat di lagu “Diayun Lintas Sumatera” yang memanaskan jalan menuju perilisan album mini (EP).
kraskombat
KRASKOMBAT

Kraskombat telah melampiaskan lagu baru lagi ke berbagai gerai pemutar musik digital, sebagai salah satu amunisi menuju perilisan EP “Lintas Sumatera” pada 3 Oktober 2026 mendatang.

Lagu rilisan tunggal terbaru yang bertajuk “Diayun Lintas Sumatera” itu merupakan persembahan ketiga dari unit keras dari Jakarta ini. Bentuk perayaan juga dirangkaikan dengan penayangan video musik resmi.

Untuk ketiga kalinya, pengeksekusiannya kembali dipercayakan kepada Adigidauw, sutradara muda yang sebelumnya juga menggarap video dari dua lagu rilisan Kraskombat sebelumnya, yakni “Autopilot” dan “Kepada Hitam dan Api”.

Adigidauw menjadi eksekutor dari ide kreatif drumer Kraskombat, Erlangga Mukti Wardhana (Ekay) yang mengonsep videonya.

Kali ini, band yang juga diperkuat vokalis Bobby Rizkiawan, gitaris Hanifan Bintang (Bonii) serta bassis Fahmi Fachrezi ini menyajikan konsep cerita personal.

Tentang perjalanan menyusuri jalur lintas Sumatera, dengan segala romansa akan kerinduan jauh dari rumah. Teruntuk orang-orang yang mengalami momentum tersebut, dengan motivasi mencari nafkah.

Lirik “Diayun Lintas Sumatera” yang ditulis Ekay memiliki tujuan dan harapan bagaimana vibrasi yang keras dan jenaka bisa bersinergi dengan rasa rindu yang hangat diiringi rasa kejantanan ala Kraskombat!

Refleksi karya musik tersebut pun juga diselaraskan visualnya dengan kontradiksi kultur sosial dengan nuansa khas video karaoke musik lokal.

Aktivitas yang kerap menjadi hiburan selama perjalanan di dalam bus antar kota maupun provinsi di sepanjang perjalanan lintas Sumatera, diiringi berbagai bumbu cerita maupun resikonya.

kraskombat

Band Legendaris

Kepada MUSIKERAS, para personel Kraskombat mengungkapkan proses kreatifnya, yang dimulai dari proses jamming di studio. Juga ada tahapan workshop yang butuh waktu hingga lebih dari setengah tahun.

Kali ini juga ada keterlibatan Jimi Multhazam (The Upstairs, Morfem) yang berperan sebagai produser.

“Gue ikut bersenandung untuk membuat notasi vokalnya. Lalu Jimi ikut mengaransemen musik dan notasi vokal setelah bagan awal sudah selesai agar lebih ear-catchy,” tutur Bobby menerangkan.

“Jimi) juga yang mengurus sektor ‘sound’, dari mulai rekaman hingga mixing dan mastering.”

Menyentil ranah musik, formula heavy metal, thrash dan hard rock adalah ramuan utama pada komposisinya.

Deru setiap instrumentasi “Lintas Sumatera” memberikan api semangat kepada siapa pun pecinta musik yang sarat akan sisi teknikal, namun aransemennya tetap bersinergi dengan catchy.

Mereka mendengarkan banyak referensi sebagai vitamin ide secara musikal. Kebanyakan dari musik-musik rock lama, luar dan dalam negeri.

Di antaranya, disebutkan Ekay, datang dari band-band seperti Roxx di “Album Hitam”, Edane di album “Jabrik”, juga karya-karya The Rollies, AKA, Duo Kribo hingga beberapa band lokal rekan mereka.

Sementara referensi dari band luar, ada Iron Maiden, Anthrax, Death Angel, Rush hingga Led Zeppelin yang kerap mereka dengarkan. “Masih belom khatam nih sama referensi lama,” seru Ekay sambil tertawa.

Musik Punk

Untuk karya rekaman terbarunya ini, Kraskombat menjanjikan aspek musik dan attitude yang segar di segala lini tanpa repetisi apapun dari dua rilisan sebelumnya.

“Perbedaan di musik tidak terlalu signifikan, kami masih bermain di zona musik heavy metal dan thrash,” cetus Bonii memastikan konsepnya.

Tapi dari sisi terapan riff gitar pada bagian verse dan reff, kali ini Bonii hanya ingin memainkan tiga kord. Seperti musik punk.

“Tapi itu bukan sekadar punk. Lirik di lagu ini sempet ‘kena’ di gue karena sebagai seorang pencari nafkah, gue ngerasainlah dinamikanya. Walaupun nggak sampe naek bis ke Sumatera juga kayak Ekay.”

“Makanya gue main gitarnya nggak usah terlalu ribet, supaya yang orang notice banget vokal dan liriknya.”

Permainan gitar Bonii tetap berat di “Diayun Lintas Sumatera”, namun masih dimainkan di penalaan senar (tuning) E standar. Lantas dipertegas alur betotan bass yang flamboyan, yang menjadi identitas penguat pada bagian reff.

Lalu dipadukan dengan groove drum yang menjadi ledakan utama pada gerbang lagu, hingga tembakan vokal tinggi yang bersemayam pada jiwa lagu. Semuanya diskenariokan dengan detail dan presisi.

Lini vokal memang dipikirkan secara apik dan matang. Cukup lama penggodokannya. Targetnya, bagaimana gaya vokal yang teknikal ala 80-an dengan daya jelajah tinggi tetap terdengar ringan bagi telinga siapa pun.

Bobby, vokalis utama, menghabiskan jadwal shift studio paling banyak. Bahkan pada eksekusi rekaman finalnya, Bobby harus melakukan ritual khusus, disiplin berenang dan lari rutin, tepat dua minggu sebelum rekaman.

Disaster Records

Keseluruhan proses rekaman EP “Lintas Sumatera” digarap di Benji Studio, Bekasi. Selain didampingi Jimi Multhazam, urusan teknis rekamannya juga dibantu oleh Jafar Sadiq Aldjufri serta Ndroz Setiawan untuk polesan mixing dan mastering.

Saat penggarapan lagu “Diayun Lintas Sumatera” serta trek lainnya rampung, Kraskombat mendapatkan sambutan hangat dari pihak Disaster Records.

Label independen asal Bandung tersebut bersedia bekerja sama untuk memproduksi rilisan fisik EP “Lintas Sumatera” dalam format kaset pita berikut produk merchandise-nya.

Menurut bocoran dari Fahmi, EP tersebut bakal memuat empat amunisi lagu, yang menggabungkan dua lagu baru – termasuk “Diayun Lintas Sumatera” – serta dua lagu yang telah dirilis sebelumnya.

Jadi selain lagu “Autopilot”, “Kepada Hitam dan Api” serta “Diayun Lintas Sumatera”, juga ada tambahan lagu berjudul “Turbolensi”. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
molt
Read More

MOLT: Spektrum Emosi di Maxi-Single

Penanda awal dari perjalanan Molt, alternative rock asal Klaten, Jawa Tengah ini ditegaskan lewat peluncuran dua lagu perpaduan ledakan emosi dan asa baru.