Blind Messiah kembali menajamkan paham ‘thrash till death’ lewat karya rekaman terbarunya. Sebuah lagu rilisan tunggal bertajuk “Dosa”.
Di lagu tersebut, unit cadas asal Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini memberondong dengan cecaran riff khas thrash metal, plus sentuhan punk dan hardcore.
Sementara di lirik lagunya, band bentukan akhir Agustus 2024 ini bercerita tentang ketakutan, penyesalan, frustrasi dan pengingat untuk siklus kehidupan.
Dalam urusan narasi, Blind Messiah yang digerakkan vokalis Ari Topan Pambayu (Topan), gitaris Rudi Hartono (Idur) dan Mochamad Sholeh (Memeth), bassis Evan Yudha Medea serta dramer Mochammad Erik Santosa (Emon) ini dikenal cukup tajam.
Kerap menyindir isu sosial politik, melontarkan interpretasi tajam seputar dinamika sosial politik negeri ini, serta pencarian jati diri anak muda melalui komunitas terdekat.

Crust Punk
Proses perekaman “Dosa” sendiri membutuhkan waktu selama kurang lebih satu minggu. Direkam di FLIP Studio, Singosari, Malang. Kepada MUSIKERAS, para personel Blind Messiah mengakui bahwa prosesnya cukup menguras tenaga.
“Karena dilakukan di jam malam setelah teman-teman selesai bekerja,” cetus mereka mengungkap alasan.
Disamping itu, latar belakang pengaruh musik para personel yang berbeda-beda turut menambah kerumitan dalam mencapai kesepakatan aransemen.
“Jadi banyak perubahan dalam bentuk aransemen musik dan lirik untuk kecocokan tiap personel serta proporsi lagunya.”
Tentu saja, thrash metal menjadi payung utama dari garapan “Dosa”. Sebagai jalan tengah, mereka meraciknya dengan bauran elemen hardcore serta punk.
“Kami memilih thrash metal karena merupakan genre yang liar, bisa di-mix dengan latar belakang genre kami sebelumnya. Dan genre ini tentunya tidak menye-menye,” seru pihak band sambil tertawa.
Di sekujur komposisi serta aransemen lagu “Dosa”, Blind Messiah menegaskan sedikit banyak menyerap inspirasi dari beberapa monster thrash metal dunia.
“Yang pasti big four thrash metal, khususnya Slayer. Ada (juga) Comeback Kid, Biohazard dan band-band crust punk….”
“Dosa” sekaligus menjadi nomor pemanasan menuju peluncuran album penuh Blind Messiah yang ditargetkan rilis pada akhir tahun ini.
“Progres sudah 75% menuju matang, dan akan dilanjutkan tur awal tahun depan di kota-kota luar Malang.”
Sejak 23 Agustus 2026, “Dosa” sudah bisa digeber melalui berbagai gerai musik digital. Termasuk di YouTube Music. (@mudya_mustamin/MK01)