EASTCAPE dan SUGAR THRILLS Dipertemukan ‘Proyek dari Langit’

Sebuah album mini (EP) berbagi (split) yang mempertemukan keseruan mathrock/Midwest emo dengan shoegaze post-grunge telah diletupkan oleh label asal Bandung, Greedy Dust Records belum lama ini. Genre pertama diwakilkan oleh Eastcape, unit emo asal Blitar, Jawa Timur lewat dua lagu yang bertajuk “Soul Recovery” dan “I’m Sorry I’m Sick”, sementara yang satu lagi menghadirkan Sugar

Ini Detail “everything after”, Karya ELEVENTWELFTH yang Dirilis di Jepang

Unik juga. Sepanjang periode 2017 hingga 2020, unit alternative math rock asal Jakarta ini berhasil mempertahankan konsistensi merilis karya rekaman single setiap 11 Desember. Sesuai nama bandnya. “out of nowhere” menandai rilisan single pertama eleventwelfth, setelah melepas album mini (EP) debut pada 2017 via Six Thirty Recordings, dan mengeksekusi tur promonya di Jepang di tahun

Ketika LLAYDTREES Serukan Perbedaan yang Eksploratif

Perbedaan dari sudut pandang atau pemikiran adalah hal yang wajar dalam berkehidupan. Namun di negeri ini, Indonesia, masih banyak ditemui masalah perbedaan yang justru menjadi polemik pelik yang tak berkesudahan. Fenomena itu, menjadi bahasan intensif unit alternative rock asal Jakarta ini, di album mini (EP) debutnya, “Million Eyes”. “Album ini menggambarkan perbedaan yang universal, seperti

KARTOSOEWIRJO? Rilis EP Berkonsep Math-Chaotic-Hardcore

Sebuah proyek musik keras perseorangan bernama unik, Kartosoewirjo? (ya, memang ditulis menggunakan tanda tanya), akhirnya melampiaskan karya rekaman pertamanya, berformat album mini (EP) bertajuk “Mandi Darah Saudara Sendiri”. Proyek ini dicetuskan gitaris asal Jakarta, Fatur pada 2017 lalu, dengan menetapkan ‘taman bermain’ di seputaran sub-genre math-chaotic, chaotic hardcore dan mathcore.  Musik Kartosoewirjo? sendiri diracik dengan

5 Februari 2020, TINY MOVING PARTS Kembali Konser di Jakarta

Untuk kedua kalinya, Tiny Moving Parts bakal kembali menggelar konsernya di Jakarta. Unit rock asal Minnesota, AS tersebut telah mengumumkan rencana itu, sebagai bagian dari paket tur Asia 2020 untuk mempromosikan album terbaru, “breathe” (Hopeless Records) yang telah dirilis sejak September 2019 lalu. Sebelumnya, band yang mengedepankan konsep rock berelemen math-rock, pop-punk dan emo tersebut

“Crayon”, Inilah Math-Rock MATHOLOGY

Bayangkan olahan aransemen sarat intrik, lintiran dan manuver dari band-band progressive rock instrumental mancanegara macam Chon, Intervals, Plini, Polyphia hingga Vitalism, yang lantas dibaurkan bersama pengaruh-pengaruh lain seperti R&B dan pop yang groovy dan menyenangkan, maka itulah Mathology, sebuah band baru yang dihuni dua gitaris plus satu pembetot bass. Mereka adalah Mondy (gitar), Ramcey (gitar)

BEESWAX Rilis Versi Digital “Saudade”

Album ketiga kuartet emo/indie rock asal Malang, Beeswax yang bertajuk “Saudade” akhirnya dilepas dalam format digital. Pada kesempatan sebelumnya, band yang didirikan pada 2014 tersebut telah meluncurkan versi rilisan fisik “Saudade” via label Fallyears Records. Ada 14 lagu yang memadati “Saudade”, yang kini bisa didengarkan di berbagai layanan digital seperti Spotify, iTunes, Apple Music, Google

MURPHY RADIO Janji Tampil Maksimal di Envol et Macadam

Dari belantara skena musik independen Samarinda, Kalimantan Timur, Murphy Radio menohok ke level internasional dengan menjuarai kompetisi “Planetrox Indonesia 2018” yang digelar di sebuah cafe di Jakarta, pada 10 Mei 2018 lalu. Melalui sesi live audition, unit trio instrumental rock tersebut berhasil menyingkirkan empat band finalis lainnya, yakni The Badminton, S.A.M Site, Kraken dan Stereowall

MURPHY RADIO Luncurkan Video Math-Rock untuk Olahraga

Satu lagi talenta jempolan merangkak ke permukaan kancah rock Tanah Air. Murphy Radio, sebuah trio asal Samarinda, Kalimantan Timur mengibarkan ‘agama’ math-rock yang bisa dibilang tak banyak penganutnya di Indonesia. Baru-baru ini, mereka – Wendra (gitar), Akbartus Ponganan (dram) dan Aldi Yamin (bass) – meluncurkan video musik perdananya untuk single instrumental bertajuk “Sports Between Trenches”.

REKAH Mendobrak Sekat-sekat Rock di EP “Berbagi Kamar”

Tema lirik yang terjalin dari penyaluran racauan diri yang ekpresif biasanya – tanpa disadari – menggiring ke pelepasan yang abstrak, lewat olahan komposisi musik yang sarat manuver, dan tak tersudutkan oleh pakem genre yang biasanya cenderung mengikat. Formula itulah yang dijalani Rekah, saat unit post-hardcore eksploratif ini menggarap album mini (EP) perdananya yang bertajuk “Berbagi