Ini Detail “everything after”, Karya ELEVENTWELFTH yang Dirilis di Jepang

Unik juga. Sepanjang periode 2017 hingga 2020, unit alternative math rock asal Jakarta ini berhasil mempertahankan konsistensi merilis karya rekaman single setiap 11 Desember. Sesuai nama bandnya.

“out of nowhere” menandai rilisan single pertama eleventwelfth, setelah melepas album mini (EP) debut pada 2017 via Six Thirty Recordings, dan mengeksekusi tur promonya di Jepang di tahun berikutnya. “out of nowhere” sendiri mengeksplorasi pandangan mereka dalam menciptakan lagu berdurasi delapan menit, yang dipecah menjadi empat bagian komposisi. Masing-masing berjudul “along with its consequences”, “deeper into the depth”, “levitate” dan “still a part of your home”.

Single kedua, “a pleasant surprise” yang terbagi dalam dua komposisi; “hollow” dan “self-reflecting room” melihat lebih dalam pada sisi lembut eleventwelfth saat mereka merilis lagu dalam suasana akustik. Kemudian yang ketiga, “it’s all my mistakes” membiarkan para personel eleventwelfth bereksperimen dengan terapan rekaman semi-analog melalui konsol mixing Neve. Sebagai penutup, adalah single berjudul “reality/fantasy” yang menantang mereka untuk membuat dua lagu, yakni “escape me from reality” dan “capture me to fantasy” yang saling berhubungan satu sama lain.

Nah, kini, keempat paket single padat tersebut telah dirangkum menjadi satu kesatuan, ke dalam sebuah album kompilasi bertajuk “everything after”. Sejak 19 Mei 2021 lalu, “everything after” sudah dirlis oleh Waterslide Records, sebuah label rekaman independen di Jepang.

eleventwelfth yang diperkuat formasi Almas Makitsuna (dram), Rona Hartriant (vokal/gitar), Yogawerda Kessawa (gitar) dan Tir Saputra (bass) menyebut “everything after” sebagai kumpulan momentum terbaik, dimana mereka berhasil mengeluarkan single terbaru setiap 11 Desember selama empat tahun berturut-turut, tanpa halangan. 

.

.

“Awalnya tidak menyangka kalau bisa tetap konsisten, tapi ternyata berjalan lancar dan di setiap rilisan pun berhasil merealisasikan temanya tersendiri, mulai dari membuat lagu durasi delapan menit dengan empat bagian, lagu akustik, lagu yang bereksperimen di proses rekamannya karena kami rekaman di SAE menggunakan Neve Mixing Console dan memainkan lagunya pertama kali di Singapura, sampai terakhir lagu yang bisa saling berkesinambungan satu sama lain,” urai eleventwelfth kepada MUSIKERAS,   puas. 

Oh ya, mengenai kerja sama yang bisa terjalin dengan pihak Waterslide Records, eleventwelfth mengungkapkan, semuanya berawal pada 2017 silam. Adalah Kazu Onigiri, pemilik dari Waterslide Records tersebut yang mengirimkan pesan via Facebook ke eleventwelfth, meminta pihak band mengirimkan CD EP pertama mereka untuk dijual kembali di Jepang. Namun berhubung saat itu EP eleventwelfth sudah terjual habis, mereka pun menawarkan Kazu untuk merilis ulang EP tersebut di Jepang.

“Tahun 2018 saat kami tur Jepang, kami akhirnya bertemu dengan Kazu dan berbicara tentang banyak hal. Awal tahun 2021, kami kembali menawarkan Kazu untuk merilis sesuatu yang baru, berupa kompilasi single dan dia sangat antusias dengan rencana tersebut, hingga akhirnya bulan Mei 2021 ini kompilasi kami yang berjudul ‘everything after’ telah berhasil dirilis di Jepang.”

Sembilan trek yang menyesaki “everything after”, ditambah bonus sebuah lagu format demo berjudul “later on”, sudah melewati proses remastering  sepenuhnya. Kompilasi ini merupakan kulminasi dari sound yang coba dicapai eleventwelfth dalam beberapa tahun terakhir, setelah perilisan debut mereka.

Tak heran, formula rock yang mereka terapkan terbilang lebar. Menurut pihak band, banyak yang bilang jika musik mereka berada di area emo. Namun makin ke sini, eleventwelfth merasa musik mereka tidak se-emo yang dulu. Dan sebenarnya, secara pribadi, para personelnya kurang suka mengotak-kotakkan genre.

“Tetapi memperkenalkan musik sendiri dengan deskripsi genre itu penting di era internet sekarang. Karena memang dari awal (kami) sudah mengimplementasikan math rock di musik kami dan dengan lagu-lagu terbaru yang belakangan kami rilis lebih bernuansa alternative rock, maka akhirnya lebih cenderung ke (formula) alternative/math rock/emo. Karena kompilasi ini adalah kumpulan lagu selama empat tahun, jadi referensi mulai dari jenis musik dan artis yang kami dengarkan sangat berkembang dan progresif tiap tahunnya. Mulai dari toe, LITE, Kings of Convenience, Bon Iver, Copeland, boygenius dan lainnya.”

Setelah “everything after”, saat ini eleventwelfth sedang dalam proses pengerjaan album debut yang rencananya akan dirilis tahun depan jika tidak ada halangan. Dan sekarang, proses itu sudah memasuki tahap produksi rekaman. Untuk mendapatkan info pembelian “everything after”, bisa dicek di situs beberapa distributor karya musik di Jepang seperti Diskunion, Tower Records, HMV dan CDJapan. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *