RASSUK: “Kami Adalah ‘Kekacauan yang Teratur’!”

Kurang lebih setahun sejak merilis album mini (EP) debut bertajuk “Perplexed & Vexed” (2023), Rassuk akhirnya berkarya lagi, meluapkan antipati.
rassuk

Rassuk telah melepas “Rasa Kuasa”, sebuah lagu rilisan tunggal terbaru, yang merupakan satu dari tiga lagu rangkaian maxi-single mereka yang tengah disiapkan. Rencananya bakal diluncurkan pada paruh pertama 2025. 

Unit metallic hardcore/mathcore asal Jakarta ini menyebut karya rekaman barunya ini berbeda jika dibandingkan dengan materi-materi sebelumnya.

Karena kali ini, kedua vokalis mereka – Diego Shefa dan Rifki Bachtiar – bersatu menggabungkan lirik dan vokal masing-masing. Mereka menarasikan keresahan terhadap keserakahan manusia akan kekuasaan yang adiktif. 

Sementara di karya sebelumnya, Diego dan Rifki menyalak di lagu yang berbeda atau terpisah.

Tema lirik “Rasa Kuasa” sendiri dilatarbelakangi mimpi revolusi dan kesetaraan, yang diperkenalkan pada satu dekade lalu. Namun, semua sirna saat rasa kuasa jauh lebih tangguh dibandingkan harmoni kesetaraan.

“Lagu ini merupakan ekspresi kami menyaksikan ekstasi kekuasaan yang tak berhenti menarik pecandu setianya, seorang pemimpin bangsa,” seru pihak band menegaskan. 

Ludahi kami demi ambisi, tiduri lagi dataran ini, merunduk masuk yakinkan kami, lalu menanduk sakiti lagi….

Penggalan lirik lagu yang ditulis Diego tersebut menambahkan tulisan Rifki yang menjadi luapan rasa resah atas seragamnya kejadian dan keadaan yang sama dan terus berulang. Luapan antipati dari lagu ini terasa sangat konkrit dan relevan dengan apa yang dirasakan semua orang yang memiliki kewarasan. 

rassuk

Mengurangi D-beat

Berusaha untuk tidak mudah puas, menjadi tekad utama para personel Rassuk, yang juga dihuni oleh gitaris Prana Yudha Sukma, dramer Akbar Auliya dan bassis Dhemo Anugrah Putra, saat meracik komposisi “Rasa Kuasa”. Mereka ingin lebih memperhatikan ruang untuk berimprovisasi.

Hanya, sayangnya, kesibukan masing-masing para personelnya kerap menjadi kendala. 

“Biasanya kami hanya ada 1-2 kali workshop dan sekitar dua bulan sebelum rekaman. Harus diakui memang beberapa kali saat lagu masih dalam kondisi belum 100% jadi, kami sudah masuk ke studio dan mematangkan lagunya di proses rekaman,” beber Rassuk kepada MUSIKERAS, mengungkap terus-terang.

Untuk “Rasa Kuasa”, Rassuk mengeksekusi rekamannya di Noise Lab Studio di Jakarta. Tapi khusus untuk sesi rekaman vokal Rifki, dikerjakan di JAS Studio, Yogyakarta.

Paham metallic hardcore/mathcore yang disebut sebagai benang merah musik Rassuk, mereka deskripsikan sebagai ‘kekacauan yang teratur’. Berangkat dari kesenangan mereka memainkan entakan beat yang chaos.

Namun (kami) tetap menjaga groove agar terdengar sedikit lebih ‘listenable’. Setidaknya untuk telinga kami sendiri. Namun sebisa mungkin, progresi kord, beat dan temponya tidak mudah ditebak.”

Selain itu, hal yang juga membedakan “Rasa Kuasa” dengan materi lagu Rassuk sebelumnya, adalah permainan gitar yang lebih tereksplorasi untuk mendapatkan fill-in yang unik.

Saat meracik komposisi serta aransemen “Rasa Kuasa”, Rassuk sedikit banyak masih mengacu pada referensi yang sebenarnya tidak terlalu banyak berubah. Tapi menurut Yudha, kali ini ia lebih mencoba menggali sound noise-rock atau post-hardcore dan ingin mengurangi ketukan d-beat.

“Ini lebih untuk men-challenge kreativitas sendiri aja sih,” serunya meyakinkan.

Setelah “Rasa Kuasa”, dua lagu lepas berikutnya sudah mendekati tahap akhir produksinya. Tinggal menyisakan sesi rekaman bass yang rencananya mau dikerjakan dalam waktu dekat, agar bisa segera lanjut ke tahapan produksi selanjutnya, sekaligus untuk menyiapkan materi desain sampul dan visualnnya.

“Kami juga sedang mencoba mempersiapkan tur musim panas.”

Cikal bakal Rassuk sebenarnya sudah tercetus pada 2011 silam, namun sempat mengalami mati suri selama 10 tahun. Yudha akhirnya baru bisa mewujudkannya secara serius pada 2022. 

Para personel band ini sendiri merupakan gabungan musisi yang sebenarnya punya band utama masing-masing. Yudha di Avhath, Diego di Noxa, Rifki di Revenge dan Auliya Akbar di Amerta. Tapi di Rassuk, mereka mencoba menebas rapi dengan kepresisisan musik mathcore. 

Dengarkan “Rasa Kuasa” yang telah tersedia di seluruh kanal musik digital sejak 23 Januari 2025 lalu. Hancurkan! (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.