Lagi, eleventwelfth melanjutkan tradisi mereka semenjak 2015 silam. Sesuai namanya, setiap 11 Desember dalam setiap tahun, band rock asal Jakarta ini selalu menjadikannya sebagai momen melepas karya rekaman baru. Kali ini adalah sebuah single bertajuk “back when i leaned my back on her back”, yang merupakan lagu pembuka sekaligus penutup menuju perilisan album debut mereka tahun depan.
Pemilihan lagu tersebut sebagai single pertama karena dianggap telah merangkum direksi musik yang baru dari eleventwelfth dan memperjelas arah mana yang akan mereka ambil. Bermula dari gitar akustik yang diselimuti dengan musik ambient yang menenangkan beserta penggalan vokal yang mudah untuk diproses telinga, lalu lagu ini secara sukses mengubah progresinya menjadi komposisi rock yang sarat raungan overdrive dari gitar dan menjadi lebih kompleks secara teori, ditutup dengan outro yang klimaks.
Setelah pada tahun-tahun sebelumnya, eleventwelfth memainkan musik yang emosional, kini mereka memutuskan mengubah karakter lagu sedih mereka yang khas menjadi nyanyian tentang perasaan untuk bersyukur. Mengganti jati diri mereka sebelumnya dengan mencoba untuk memainkan musik yang ramah untuk didengar namun tetap kompleks dalam saat yang sama. Lalu mereka menggabungkan unsur-unsur musik modern pop, alternative dan indie, math rock hingga musik eksperimental untuk lagu-lagu mereka selanjutnya. Meninggalkan penampilan monokrom yang biasanya mereka presentasikan, dan sekarang hadir kembali dengan penuh warna.
Dan bahkan untuk album debut mereka nantinya, para personelnya; Almas Makitsuna (dram), Rona Hartriant (gitar/vokal), Yogawerda Kessawa (gitar) dan Tir Saputra (bass) telah menyiapkan kejutan. Tidak hanya terapan math rock yang semakin kental diperlihatkan di “back when i leaned my back on her back”, tapi juga akan ada kejutan-kejutan lain di album debut mereka nanti.
.
.
“Pemicunya, karena kami ingin terus bereksplorasi sebagai musisi dan terus menantang diri sendiri agar dapat membuat karya yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Keistimewaan dari musik eleventwelfth yang akan datang, adalah bagaimana eleventwelfth mengonsepkan sebuah album penuh dan selalu memperhatikan berbagai macam detail yang kecil. Kami ingin lagu kami melampaui ekspektasi kami sendiri dan juga para pendengar kami,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, berusaha meyakinkan.
Proses kreatif saat menggarap “back when i leaned my back on her back” sendiri diakui eleventwelfth sangat berbeda dibanding sebelumnya. Karena ini pertama kalinya band yang telah menelurkan satu album mini (EP), empat single serta satu kompilasi tersebut menggarap lagu bersama dengan seorang produser, Fitrah Akbar Poetra Tiarda a.k.a Gulf of Meru, electronic artist dari Jakarta yang sudah mereka kenal sejak awal eleventwelfth berdiri.
“Demo album ini sudah dibuat sejak 2018, tapi memang kami merasa lagu-lagu ini belum saatnya untuk dipublikasikan apabila tidak dalam bentuk album.”
Saat ini, penggarapan album debut eleventwelfth masih dalam tahap produksi, dan baru tahun depan mereka berencana untuk mengumumkan detailnya. Single “back when i leaned my back on her back” yang dirilis via label Angular//Momentum sekarang telah tersedia di berbagai platform penyedia jasa layanan dengar musik secara digital seperti Spotify, Amazon Music, Tidal, Deezer dan TikTok. (aug/MK02)