NOXL akhirnya berhasil memuntahkan materi album bertajuk “Arus Opini” yang beramunisikan delapan lagu, tanpa dukungan label rekaman.
Vokalis Jun ‘Hidalgo’ Susanta, gitaris I Made Jimmy Udayana (Jimmy Melodic), bassis Vladimir Egoshin (Vova Egoshin) dan dramer I Kadek Adi Saputra (Agoes) merampungkannya setelah menjalani proses selama lima tahun.
Tema lirik di album “Arus Opini” sendiri bercerita tentang kehidupan sosial di sekeliling kehidupan para personel band asal Bali tersebut. Apa yang mereka rasakan, itulah yang mereka tulis.
Lagu protes di “Tabiat Memalukan”, “Terjebak Sekarat” dan “Tanda Tanya” hingga sajak cinta di “Memoar Cinta Anak Nakal”.
Salah satu keunikan NOXL di formasi albumnya ini, adalah kehadiran pembetot bassnya, Vova Egoshin. Ia bergabung setelah berkenalan dengan Jun di sebuah arena skateboard.
“Dia mengenalkan saya kepada personel lain, kami membentuk band, bersenang-senang, dan akhirnya punya sebuah lagu dan sebuah album. Akhirnya salah satu impian kami terwujud,” seru Vova, semangat.
Eksekusi rekaman album “Arus Opini” dijalani NOXL di Devan Studio, Bali. Prosesenya kurang lebih empat bulan. Sedikit lama dan tertunda karena ada personel yang harus keluar negeri, serta gitaris yang kehilangan ibundanya.
“Tapi semua selesai sesuai jadwal, kami kebut karena rencananya akhir Maret ini kami (akan) tur ke Malaysia,” seru band bentukan 2019 lalu ini kepada MUSIKERAS, memberi bocoran.
NOXL berusaha bersuara jujur dan menyatakan perlawanan atas situasi di sekitar mereka lewat lagu-lagu beraroma punk yang membanjiri “Arus Opini”. Konsep itu sudah cukup mendiskripsikan arah terapan musiknya.
“Misal, dalam lagu ‘Arus Opini’, kami bercerita tentang modus penguasa yang selalu memakai cara sama untuk pengalihan isu berita penting yang seharusnya diusut, tapi akan tertutup oleh berita aib selebritas,” urai mereka.
Lalu di lagu “Tanda Tanya”, mereka bersuara tentang pongahnya elite yang menghancurkan alam dan menjadikannya tambang.
“Hukum diatur untuk membuat mereka semakin kaya!”

Luka Bakar
Dibanding band-band sejenis, atau yang berkubang di paham yang sama, NOXL mengklaim latar belakang musikal para personelnya yang menjadi pembeda racikan musiknya.
“Kami memiliki latar belakang kecintaan musik yang cukup berbeda dari masing-masing personel. Nggak hanya punk rock, tapi juga instrumental sampai hardcore.”
Segala perbedaan, lantas mereka lebur menjadi satu di studio. Hampir semua lagu mereka buat musiknya terlebih dahulu, sebelum melengkapinya dengan lirik.
“Sebisa mungkin disesuaikan, biar musik dan emosi lirik menyatu.
Referensi, tetap dari idola-idola kami semisal Bad Religion, No Fun at All, Not Available dan lainnya.”
Dari delapan lagu yang disuguhkan di album, NOXL menunjuk “Luka Bakar” sebagai salah satu lagu yang cukup menantang penggarapan rekamannya.
“Musiknya sudah jadi mungkin sekitar empat tahun lalu, tapi tanpa lirik. Tiba-tiba saat proses rekaman kepikiran kami sertakan lagu ini. Lirik dikerjakan Jun sekitar 10 menit.”
“Luka Bakar” ini juga merupakan karya yang didedikasikan NOXL untuk mendiang sahabat mereka, Agus Wasburn, gitaris Kingdom HC yang telah pergi untuk selamanya, tak lama sebelum NOXL masuk rekaman.
“Kami beri judul ‘Luka Bakar’ – yang jika diterjemahkan: wasburn – sesuai nama panggung teman kami.”
Kini “Arus Opini” sudah bisa diraungkan via berbagai gerai penyedia layanan musik digital sejak 27 Februari 2026 lalu. Selain itu, juga diedarkan dalam format cakram padat (CD). (mdy/MK01)
Susunan lagu:
- Tabiat Memalukan
- Arus Opini
- Memoar Cinta Anak Nakal
- Terjebak Sekarat
- Together
- Genggam Mimpi
- Luka Bakar
- Tanda Tanya