No Stages sendiri baru dicetuskan tahun ini, yang dipicu keinginan Ivan untuk membentuk sebuah band beraliran punk rock. Proses kreatif lantas bergulir, setelah bassis Ifan Tediana (Ivan) bertemu dengan vokalis Alfred Pratomo.
Dari situ, Alfred lantas berkomunikasi dengan gitaris Rossi Swandono (Roche) yang rupanya menyambut baik niat untuk pembentukan No Stages. Ia menanggapinya serius dengan mengirimkan rekaman gitar yang sudah ia garap.
Di sisi lain, Ivan mengontak Egy Prakoso untuk membantu di lini dram. Terakhir, formasi No Stages dilengkapi oleh kehadiran gitaris Pujangga Pandunagara (Angga), juga atas ajakan Ivan.
Setelah beberapa kali latihan, formasi ini pun memutuskan untuk rekaman, yang dilakukan di Benji Studio. Mereka butuh dua shift untuk mengolah empat lagu yang termuat di “Demo$ EP”.
Dalam proses produksinya, mereka dibantu oleh Pemil Kabahtullah untuk urusan teknis rekaman, termasuk memoles mixing dan mastering.
Konsep punk yang diterapkan No Stages di “Demo$ EP”, bisa dibilang sedikit berbeda dan unik. Mereka mengombinasikan berbagai elemen, yang terinspirasi beberapa band mancanegara macam The Vicious, Regulations, Ramones, Minor Threat, Marginal Man hingga The Marked Man.
Kenapa No Stages terasa berbeda dibanding band-band sejenis? Karena menurut pengakuan para personelnya kepada MUSIKERAS, mereka datang dari latar belakang pengalaman musik yang berbeda-beda. Ada yang dulunya bermain di band hardcore, lalu juga powerviolence dan bahkan thrashcore.
“Sehingga musik yang disajikan adalah musik punk rock yang cepat. Selain itu, liriknya juga straight to the point ala lirik thrashcore powerviolence, dipadu dengan vokal dan suara yang jelas. Itu sengaja memang, karena kami ingin menyampaikan pesan dalam lirik-lirik No Stages secara gamblang. Makanya terasa (juga) ada campuran garage, punk dan hardcore-nya.”
Makanya, penggarapan keempat lagunya pun menjadi menantang. Karena formula yang mereka terapkan terbilang hal baru bagi para personel No Stages.
“(Kami) Belum pernah memainkan musik punk rock dengan gitar yang clean alias koncreng,” seru mereka terus-terang.
Secara keseluruhan, No Stages menghadirkan perpaduan unik antara suara dan energi, dengan vokalis Alfred menyampaikan vokal yang kuat, Roche dan Angga menggeber riff-riff yang mengentak, Ivan memainkan alur bass yang menular, plus Egy mengendarai ritme dengan energi tanpa henti.
“Demo$ EP” sendiri dirilis dalam format fisik (kaset) yang dipaketkan dengan t-shirt via label Tarung Records serta Greg, Mike & Kim Recs. Dua dari empat lagu yang termuat di EP tersebut, yakni “Polipig” dan “Acapkali” sudah tersaji di berbagai gerai digital – termasuk YouTube – sejak 19 Maret 2025 lalu.
Selanjutnya, No Stages berencana untuk merekam ulang empat lagu dari “Demo$ EP” tersebut, bersama dengan lima lagu baru, yang akan dirilis sebagai album penuh.
“Harusnya dalam beberapa bulan ke depan kami sudah siap untuk rekaman untuk album penuh!” (mdy/MK01)