X Japan Rilis Film Dokumentar Musikal, “We Are X”

“We Are X”, sebuah film dokumenter musikal tentang band heavy metal senior Jepang, X Japan akan dirilis secara global pada 3 Maret 2017 mendatang via label Sony Music’s Legacy Recordings.

Sebenarnya, akhir 2016 lalu, “We Are X” sudah ditayangkan di beberapa bioskop di Amerika, setelah film tersebut mendapatkan beberapa penghargaan di Sundance dan SXSW Film Festivals. “We Are X” sendiri disutradarai oleh Stephen Kijak (Stones in Exile, Scott Walker: 30 Century Man) yang bekerja sama dengan tim produksi pemenang Oscar, Searching for Sugar Man.

Selanjutnya, untuk mempromosikan perilisan film tersebut, X Japan yang dihuni Yoshiki (dram, piano), Toshi (vokal), Pata (gitar), Heath (bass) dan Sugizo (gitar, biola) akan menggelar konser khusus di SSE Arena, Wembley, London pada 4 Maret mendatang. Lalu, film “We Are X” juga akan ditayangkan di beberapa bioskop di Inggris. Lalu pada 25 April, “We Are X” akan dirilis ke dalam format Blu-Ray™, DVD dan Digital HD via Magnolia Home Entertainment/Magnet.

X Japan yang dibentuk di Chiba, pada 1982 silam oleh Yoshiki dan Toshi adalah salah satu band rock tersukses di Jepang yang berhasil menorehkan reputasi Internasional. Penjualan album-album mereka sudah mencapai lebih dari 30 juta keping, termasuk single dan video. Tercatat memegang rekor 18 kali menggelar konser sold-out di venue legendaris, Tokyo Dome. X Japan sendiri juga menerapkan paduan penampilan “Visual Kei” yang glamour dengan suguhan rock berelemen power/speed metal serta heavy symphonic.

Sejauh ini, X Japan sudah merilis lima album studio, yakni “Vanishing Vision” (1988), “Blue Blood” (1989), “Jealousy” (1991), “Art of Life” (1993) dan “Dahlia” (1996). Rilisan terakhir X Japan adalah album kompilasi “The World ~X Japan Hatsu no Zensekai Best” pada 17 Juni 2014 lalu via Warner Music Japan. Album ini juga beredar di Indonesia dalam format CD keping ganda via Warner Music Indonesia.

Berikut susunan lagu yang termuat di film “We Are X”: 1) La Venus (Acoustic Version), 2) Kurenai, 3) Forever Love, 4) Piano Strings of Es Dur, 5) Dahlia, 6) Crucify My Love, 7) Xclamation, 8) Standing Sex, 9) Tears, 10) Longing / Setsubo-no-yoru, 11) Art of Life (3rd Movement), 12) Endless Rain, 13) X, 14) Without You (Unplugged). Bonus khusus rilis Jepang: 1) Rusty Nail (Dahlia Tour Final), 2) Forever Love (The Last Live)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darraq
Read More

DARRAQ: Menabrak Batas Konvensional

Di album mini (EP) debutnya, “Of Human Nature”, Darraq menerapkan banyak warna. Ada elemen black metal, doom metal, doom stoner, groove hingga speed metal.
revelish
Read More

REVELISH: Eksplorasi Awal di Metal Modern

Lagu rekaman debut “Falsehood Progression” disuarakan Revelish sebagai penyaluran kemarahan kolektif dalam geberan komposisi metal yang kekinian.
killer of gods
Read More

KILLER OF GODS: Tusukan Kebrutalan Demagogi

Album brutal death metal yang mengangkat kritik atas demagogi dan ketimpangan sosial disemburkan Killer Of Gods lewat sembilan amunisi lagu beringas.
metyr
Read More

METYR: Paduan Post-Black dan Blackgaze

Tiga lagu diguyurkan Metyr sekaligus lewat album debut (EP) self-titled yang sarat paduan elemen post-black metal, shoegaze dan post-rock yang atmosferik.