Kedewasaan SCALLER Tertuang dalam “Senses”

Perubahan, adalah hal yang lumrah terjadi dalam perjalanan seorang musisi atau band. Perkembangan referensi dan pola pikir biasanya menjadi pemicu utamanya. Dan itu pula yang terjadi pada Scaller, duo rock alternatif asal Jakarta, yang belum lama ini merilis album debutnya, “Senses”.

Reney Karamoy (gitar, dram, produser) yang meramu komposisi lagu-lagu Scaller bersama Stella Gareth (vokal, synth, kibord) mengaku merasakan banyak pengembangan ide dan gagasan, sejak perilisan album mini mereka yang bertajuk “1991” pada 2013 silam.

“Kami melalui proses pendewasaan dari segi penulisan lagu hingga sound. Dampaknya signifikan dalam musik kami di album ini. Salah satu visi bermusik kami adalah ‘evolusi’ dalam setiap album. Jadi selalu ada pesan baru yang disampaikan,” ungkap Reney, saat dihubungi MUSIKERAS.

Lalu ia melanjutkan, bahwa banyak inspirasi yang bermunculan dan saling bergantian dalam waktu yang relatif cepat selama proses penggarapan “Senses”. “Inspirasi kami macem-macem. Untuk playlist yang didengar juga beda-beda setiap minggu. Tapi beberapa tahun belakangan ini kami senang mendengarkan Battles, Aphex Twin, Adebisi Shank, dan juga musisi minimalis seperti Steve Reich atau Phillip Glass.”

Reney dan Stella menjalani proses penggarapan materi “Senses” sejak November 2015 hingga Desember 2016 lalu. Untuk teknis rekaman dan mixing, keduanya melibatkan nama Gerard Rumintjap serta Brian Lucey yang mengeksekusi mastering di Magic Garden Mastering. Sementara untuk pengisian part dram, Scaller dibantu tiga dramer, yakni Enrico Octaviano, Dhani Siahaan dan Usman Pranoto.

Selain dalam format cakram padat (CD), “Senses” juga sudah beredar di platform digital seperti iTunes, Spotify, Deezer dan lainnya.

Susunan lagu di “Senses: 1) The Alarms, 2) Flair, 3) Move in Silence, 4) Senses, 5) Three Thirty, 6) A Song, 7) The Youth, 8) Upheaval, 9) Dawn is Coming

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.