Setelah Setahun, HAVANAH Rampungkan “Pizzarella”

Butuh waktu selama setahun bagi Havanah, sebuah band rock asal Medan, untuk mematangkan single pertamanya, “Pizzarella”, yang telah dirilis sejak pertengahan Januari 2017 lalu. Masa penggarapan yang cukup lama itu ditempuh karena Havanah tak ingin merilis lagu yang masih menyisakan rasa tidak puas di dalamnya. Lalu, disamping itu, di tengah-tengah penggarapannya terjadi pula beberapa kali pergantian personel yang menjadi penghambat perampungan “Pizzarella”.

“Karena recording adalah salah satu hal baru dalam riwayat band ini, alhasil memakan waktu yang cukup panjang dalam prosesnya dan otomatis menyebabkan satu per satu personel terbang ke dunia mimpi,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS.

Proses perekaman lagu “Pizzarella” sendiri dilakukan pada pertengahan Desember 2016, yang digarap bersama seorang audio engineer bernama Ijal Arifin dari Citra Studio Recording.

Makna di balik “Pizzarella” sendiri merupakan gabungan kata ‘pizza’ dan ‘Cinderella’, dimana Pizza melambangkan makanan yang umumnya diminati hampir di seluruh penjuru dunia, sementara Cinderella merupakan sosok wanita yang memiliki potensi besar namun tidak memiliki kesempatan pada awalnya.

“Lagu ini secara garis besar menceritakan seorang wanita yang berparas cantik jelita namun tidak memiliki kepercayaan diri untuk mengekspos kelebihan yang dimilikinya. Padahal kenyataannya banyak orang yang mengharapkan kontribusinya. Single ‘Pizzarella’ diciptakan dengan harapan mampu menginspirasi orang-orang agar lebih berani mengeksplorasi bakat bakat yang ada pada dirinya,” ulas gitaris Havanah, Bayu Dwi Utomo.

Havanah terbentuk pada akhir 2015 dari hasil pemikiran vokalis Akbar Maulana dan M. Bayu Dwi Utomo. Seiring berjalannya waktu, gitaris Muliadin Putra, dramer Sigit Purnomosidi serta Syafi Safiq (bass) ikut bergabung ke dalam tubuh Havanah. Band ini pun memutuskan bereksplorasi di area rock, dimana mereka melebur berbagai pengaruh musikal para personelnya, yang antara lain terserap dari band-band seperti Queen, The Rolling Stones, Muse hingga Black Sabbath.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
gutter cvlt
Read More

GUTTER CVLT: Kebrutalan yang Tertunda

Tertunda sejak 2020 lalu, akhirnya album debut Gutter Cvlt berhasil dirilis resmi, yang gabungkan agresivitas death grind dengan atmosfer kelam black metal.
drag me
Read More

DRAG ME TO HELL: Bangkit Tanpa Kompromi

Usai masa vakum panjang, Drag Me To Hell gaungkan era baru sekaligus fondasi arah musikal terkininya, lewat album mini (EP) bertajuk “Reign of Tyranny”.
thornslug
Read More

THORNSLUG: Muntahan Kelam di EP Debut

Perkenalan Thornslug, baurkan tema-tema kelam seperti keputusasaan, nuansa thriller dan horor di album mini (EP) debut yang berdistorsi berat dan tebal.