Album NIRVANA Pecahkan Rekor Terlaris di Amerika

Salah satu album penting dalam sejarah perjalanan rock dunia, “Nevermind” milik Nirvana kembali mencetak rekor mencengangkan. Sejak dirilis ulang pada 2011 silam dalam rangka merayakan 20 tahun usia perilisannya, penjualan “Nevermind” sampai akhir Februari 2017 lalu berhasil mencapai angka 5000 unit, yang membuatnya kembali bertengger di daftar album terlaris di Amerika Serikat versi Billboard 200.

Dengan pencapaian itu, “Nevermind” juga berhasil mencatat rekor menghuni chart Billboard 200 selama 350 minggu sejak dirilis pertama kali pada 24 September 1991 via DGC Records. Rekor itu menempatkan “Nevermind” sebagai satu di antara delapan besar album pemegang rekor terlama di chart Billboard 200 dalam kurun waktu lebih dari 60 tahun terakhir. Sejauh ini, pemegang rekor terlama masih dipegang oleh “The Dark Side Of The Moon”, album milik band rock progresif legendaris, Pink Floyd yang bertengger di Billboard 200 selama 927 minggu.

Nirvana yang merupakan salah satu penggalak tren grunge di awal era ‘90an menggarap “Nevermind” di Sound City Studios, Van Nuys, California serta Smart Studios, Madison, Wisconsin pada kurun waktu antara April 1990, Mei dan Juni 1991 bersama Butch Vig, produser yang juga dikenal sebagai penggebuk dram band rock alternatif, Garbage.

“Nevermind” adalah album studio kedua Nirvana, dan merupakan album pertama dengan formasi Kurt Cobain (vokal, gitar), Krist Novoselic (bass) dan Dave Grohl (dram). Berkat salah satu singlenya, “Smells Like Teen Spirit”, angka penjualan “Nevermind” berhasil menyingkirkan dominasi “Dangerous”, salah satu album sukses Raja Pop dunia, Michael Jackson dari peringkat terlaris di Billboard 200. Hingga hari ini, penjualan album yang juga memuat single dahsyat, “Come as You Are”, “Lithium” dan “In Bloom” tersebut telah berhasil melampaui angka 30 juta keping di seluruh dunia.

Kelahiran Nirvana digagas oleh Kurt Cobain dan Krist Novoselic di Aberdeen, Washington, AS pada 1987. Kesuksesan Nirvana secara komersil dimulai setelah Dave Grohl bergabung pada 1990 dan dilibatkan dalam proses penggarapan rekaman album “Nevermind”. Walaupun hanya sempat merilis tiga album studio dalam kurun waktu tujuh tahun karirnya, namun Nirvana berhasil mendobrak dominasi hair metal dan heavy metal dalam kancah rock masa itu, dan menggelontorkan wabah Seattle grunge yang seketika menjadi fenomena dunia. Nirvana bubar pada 1994, setelah Kurt Cobain memutuskan bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri, di rumahnya di Seattle pada 8 April 1994. Terhitung hingga 2016, penjualan keseluruhan album studio Nirvana, yakni “Bleach” (1989), “Nevermind” (1991) dan “In Utero” (1993) mencapai lebih dari 75 juta keping di seluruh dunia. Pada 2004, nama Nirvana diabadikan di Rock and Roll Hall of Fame.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
ancreath
Read More

ANCREATH: Akhirnya Muntahkan EP Perdana

Usai jalani proses kreatif dan masa produksi selama hampir dua tahun, akhirnya Ancreath meresmikan perilisan album mini (EP) debutnya dalam format fisik (CD).
jamsky
Read More

JAMSKY: Tahun Ini Siapkan Album Debut

Lewat lagu baru, “Taklukkan Dunia”, Jamsky mantap berkiprah secara lebih serius di skena rock Indonesia. Bahkan sisa tahun ini, diniatkan rampungkan album.
burning impact
Read More

BURNING IMPACT: Didihkan EP Debut

Bersama Cute Papa, gitaris barunya yang misterius, Burning Impact mulai panaskan lagu-lagu rekaman terbarunya yang bakal disatukan dalam sebuah album mini (EP).
cyrocist
Read More

CYROCIST: Demo Abstrak nan Beringas

Sambil menyiapkan materi album perdananya, Cyrocist melepas tiga lagu dalam kemasan demo bertajuk “Dossier MMXXVI” yang abstrak, gelap dan beringas.