Dengan formasi terbarunya, unit pop punk/rock asal Jakarta, Vellarose, merilis single terbarunya bertajuk “Bisa Bahagia” pada Sabtu, 22 April 2017 lalu. Untuk mendengarkannya, bisa langsung mendengarkannya di beberapa layanan musik digital seperti Spotify, iTunes, dan lainnya, atau menonton video klipnya di YouTube. Vellarose sendiri sudah pernah merilis album mini perdana bertajuk “A Luta Continua” pada 2014 silam.
Dari segi aransemen, Vellarose yang kini dihuni Vito (vokal), Mega “Mejun” Juniaty (dram), Niel (gitar) dan Nicola (bass) meyakini “Bisa Bahagia” lebih fresh dibanding lagu-lagu mereka sebelumnya. Terlebih lagi, kali ini mereka menghadirkan vokalis tamu Mustika Kamal dari band electrocore asal Jakarta, Last Goal Party (LGP) sehingga menambah greget lagu tersebut. Karena kebetulan, peoses rekaman “Bisa Bahagia” dieksekusi Vellarose di Bulb Record, yang juga merupakan basecamp LGP.
“Konsep musik Vellarose,” ujar pihak band kepada MUSIKERAS, “Baik dari segi nada lagu dan aransemen (inspirasinya) bermacam-macam. Ada Blink 182, New Found Glory, All Time Low, Four Year Strong, Chunk No Captain Chunk, A Day to Remember, Neck Deep, State Champ, Totalfat serta senior kami, Pee Wee Gaskins.”
Di lagu “Bisa Bahagia”, para personel Vellarose banyak mengacu pada band Chunk No Captain Chunk dan State Champ sebagai referensi sound, yang lantas dipoles bersama Ijal dan Ichsan, gitaris Last Goal Party saat rekaman.
Lirik “Bisa Bahagia” sendiri bercerita tentang optimisme yang seharusnya ada di setiap jiwa manusia dalam menjalani hari-harinya. Dan lewat lagu ini, Vellarose ingin mengajak pendengarnya untuk menjauhi sikap putus asa dan coba meyakini bahwa setiap manusia harus dan bisa bahagia.
Secara keseluruhan, tugas penulisan lirik di Vellarose biasanya dibagi dua. Lirik berbahasa Inggris diserahkan ke Vito, sementara untuk lirik berbahasa Indonesia dipercayakan pada Niel. Lirik yang dibuat Niel sendiri, mereka akui kebanyakan terinspirasi dari JRX (Superman Is Dead dan Dochi Pee Wee Gaskins, bahkan hingga Cholil Efek Rumah Kaca. “Kebetulan Niel dan Vito juga sama-sama anak sastra. Inspirasinya adalah hal-hal yang dekat dengan kehidupan, tentang mimpi, pasangan dan lain-lainnya. Sejauh ini, semua lagu kami bertema optimisme. Tapi tidak menutup kemungkinan juga ada tema-tema perlawanan.”
Setelah single “Bisa Bahagia”, saat ini Vellarose juga tengah menyiapkan materi untuk album terbarunya, yang rencananya bakal dirilis tahun depan. “Sejauh ini persiapan materi lagu kami sudah sangat siap. Tinggal menyiapkan dana dan waktunya. Tampaknya (juga harus) menunggu dramer dan bassis kami lulus kuliah.”
Kelahiran Vellarose dicetuskan oleh Niel yang saat itu jenuh bermain dengan bandnya yang ber-genre punk rock. Lalu ia pun mengajak teman-teman SMA-nya, yakni Carlos (gitar), Iko (gitar) dan Vito (vokal) dan membentuk Vellarose secara resmi pada Februari 2013. Pada perjalanan karirnya, sempat beberapa kali terjadi pergantian dramer, hingga akhirnya menemukan Mejun). Seusai merilis “A Luta Continua”, Carlos dan iko mengundurkan diri. Posisinya lantas digantikan oleh Niel yang tadinya bermain bass, dan Nicola (mantan vokalis di band bernama WWY bersama Mejun). (Mdy)