Single “Geramus” adalah Luapan Kemarahan ADVARK

Processed with VSCO with b5 preset

Usai merilis “Libido Angkara” pada Januari 2017 lalu, kini Advark, unit mathcore asal Bali kembali melepas single baru pada 25 Mei lalu. Kali ini bertajuk berjudul “Geramus” yang dipersembahkan sebagai penghantar menuju perilisan album mini (EP) debut yang berjudul “Sangkala”, yang rencananya bakal dirilis via label rekaman Disaster Record. Saat ini, “Geramus” sudah bisa didengarkan (streaming) di akun Soundcloud Disaster Record.

Judul “Geramus” sendiri diambil dari kata ‘menggeramus’, yang dalam bahasa Indonesia berarti memakan, menghabisi atau melahap habis. Tuturan lirik single “Geramus” mencoba menggambarkan keadaan konflik yang ditimbulkan oleh ulah manusia terhadap bumi dengan membabat habis sumber daya alam secara arogan.

“Manusia dengan ego yang tinggi kadang tidak perduli  dengan sumber daya alam, yang nantinya menjadi kepentingan manusia itu sendiri. Lagu ini kami tulis bersama dengan ‘Harry D’, mantan bassis kami,” urai pihak band lewat press release

Agung (vokal), Pandu (gitar), Adi (gitar), Weda (bass) dan Windhu (dram) menggarap rekaman “Geramus” di Warehouse Studio, dan di Rockness Studio khusus untuk isian dram. Saat rekaman, urusan teknis dibantu oleh Utha (Warehouse Studio) dan Tophanter (Rockness Studio). Utha juga dipercaya untuk mengeksekusi proses mixing dan mastering.

 Dari segi musikal, menurut Adi yang dihubungi MUSIKERAS, kemarahan dalam lirik sangat berpengaruh pada luapan energi yang tertuang di aransemen musiknya. “Kami merasa, kami dapat menyerap energi kemarahan ke dalam sebuah alunan nada dalam tempo cepat dan garang,” cetusnya.

Advark sendiri terbentuk pada pertengahan 2015, dengan formasi Agung, Windhu, Adi, Pandu dan Harry (bass). Tak lama, Harry mengundurkan diri dan digantikan oleh Weda, yang sebelumnya tergabung di band Mort. Advark sendiri, bisa dibilang terbentuk karena ada rasa kejenuhan dari para personelnya terhadap band masing-masing sebelumnya. “Jadi bisa dibilang sebuah kejenuhan menyatukan kami,” ujar Adi sambil tertawa.

Tapi dari segi musikal, Advark dibangun dengan pengaruh berbagai genre, yang melekat pada masing-masing personel. Adi sendiri menyebut beberapa nama yang menjadi panutannya, di antaranya seperti Baptist, Converge, Deafheaven, Bachhus, Code Orange serta beberapa band lokal macam ALICE, Avhath, Haul dan Gerram. (MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.