Kemasan Boxset dari Album Prestisius, “INDONESIA MAHARDDHIKA” Dirilis

Proyek album kompilasi ambisius bernama “Indonesia Maharddhika” (YenNinotz Journey) yang dirilis pada Agustus 2014 silam kembali mengemuka di kancah musik Tanah Air. Kali ini dipersembahkan dalam kemasan boxset yang sangat prestisius dan eksklusif. Dibanderol dengan harga sebesar Rp. 1.000.000 per item, yang memuat dua buah piringan hitam (vinyl) serta dua CD audio plus satu DVD audio-visual. Selain itu, disertakan pula bonus sebuah kalender meja artistik tahun 2018, booklet mewah Indonesia Maharddhika dan sertifikat.

Karena biaya produksi yang tinggi, rilisan ini pun dikategorikan collectible item, sangat mewah, dicetak dalam jumlah terbatas dan sangat kecil kemungkinannya untuk dirilis ulang dalam kemasan yang sama.

Proyek “Indonesia Maharddhika” ini sendiri menawarkan komposisi yang merangkum berbagai elemen dalam rock progresif, termasuk sentuhan musik tradisional Indonesia, dan melibatkan sejumlah band serta musisi rock progresif Indonesia, seperti Iwan Hasan, Indra Lesmana, Marcellius Kirana Hamonangan, Keenan Nasution, I Gusti Kompiang Raka, Andy /rif, Once Mekel hingga bintang tamu spesial, Rick Wakeman, mantan kibordis band rock legendaris asal Inggris, Yes. Band-band lain yang dilibatkan adalah In Memoriam, Atmosfera, Vantasma, Van Java, Discus, The KadriJimmo, The Miracle dan Cockpit.

“Indonesia Maharddhika” yang dijadikan judul album diambil dari komposisi megah karya Roni Harahap dan Guruh Sukarnoputra dari album monumental “Guruh Gipsy” (1976). Bisa dibilang, saat dikumandangkan pertama kali, lagu tersebut menjadi komposisi rock progresif pertama di Indonesia, dimana ramuan musiknya memadukan diatonis-pentatonis, perkawinan musik Barat dengan Timur lewat peleburan unsur rock serta elemen gamelan Bali.

Di album yang digagas oleh trio pengacara, yakni Kadri, Yeni dan Ninot yang lantas diproduseri oleh (YenNinotz Journey) ini, komposisi “Indonesia Maharddhika” diaransemen ulang oleh Iwan Hasan, gitaris dan pentolan utama Discus, dan menghadirkan kontribusi sejumlah musisi legendaris seperti Rick Wakeman, Keenan Nasution, Indra Lesmana dan alunan vokal Marcell.

Berikut susunan lengkap lagu-lagu yang termuat di album “Indonesia Maharddhika”: 01. “Haruskah Aku Berlari” (Cockpit) – 02. “Free Your Mind” (The Miracle) – 03. “Srikandi” (The KadriJimmo feat. Once, Addie MS City of Prague Philharmonic Orchestra) – 04. “The Machine” (Discus) – 05. “Prophecy Of Jayabaya” (Van Java) – 06. “Simponi Indonesia – Rock Opera Adegan I (Krisis Budaya) “ (Imanissimo feat. Andy /rif & Kadri) – 07. Jakarta (Jet Black City) (Vantasma) – 08. “Ragu/Sibincar Layo” (Atmosfera) – 09. “The Ghosts Of Ancient Patriots” (In Memoriam) – 10. “Indonesia Maharddhika” (Iwan Hasan feat. Rick Wakeman, Keenan Nasution, Marcell & Indra Lesmana. (MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
violentia
Read More

VIOLENTIA: Kasar, Bising dan Kacau

Sebuah album mini (EP) debut, “V.I” (dibaca: V-one/satu) akhirnya dikoarkan Violentia setelah tertunda cukup lama, disulut kobaran hardcore/metal yang bengis.
karam
Read More

KARAM: Kepekatan Black dan Doom Metal

Sebelum menuju album, sejauh ini Karam telah memperdengarkan dua lagu rilisan tunggal. Termasuk yang terbaru, “Rekah” yang diformulasikan lebih gelap.
danz
Read More

DANZ: Trio Nekat Pindah Sekte?

Personel ADA Band, Lyla dan Govinda menyatu dalam formasi DANZ, yang menggeber formula modern rock yang lebih gelap, agresif serta eksploratif.