Profil BISSING, dari Album Kompilasi “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 2”

Dua hari lagi, album kompilasi rock dan metal paling pecah saat ini, “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 2” bakal dirilis dan bisa dibeli via berbagai gerai digital seperti iTunes, Spotify, Joox dan lain-lainnya. Tidak kalah dari ‘volume 1’ yang sudah beredar di pasaran digital sejak 22 Maret 2017 lalu, formasi band yang dilibatkan kali ini tetap sangar, dan bahkan semakin berbahaya. Sebutlah Edane dan Sucker Head, dua pentolan senior di ranah rock dan metal Tanah Air. Lalu ada Jikunsprain yang dimotori Jikun, gitaris band rock senior /rif, serta Raksasa, unit rock kolaboratif yang melibatkan gabungan musisi yang sudah punya nama dari band berbeda.

Dua band sisanya juga tentunya tak kalah sadis. Wolfpak, sebuah band metalcore asal Jakarta yang banyak terpengaruh geberan distorsi dan breakdown ala Bullet for My Valentine, Trivium dan Asking Alexandria serta Bissing, juga band asal Jakarta yang menganut paham grunge ala Nirvana dan Alice in Chains. Nah, sebagai acuan informasi sebelum kalian mulai menggasak materi lagu-lagunya, Musikeras akan membahas band-band tersebut satu per satu, termasuk cerita proses kreatif di balik penggarapan lagunya.

Kita mulai dengan Bissing. Band yang dihuni formasi Mauritz (gitar), Henson (vokal), Aryo (dram) dan Justi (bass) ini terbentuk di Petukangan, Jakarta Selatan sejak 1 Februari 2009 silam. Awalnya digagas oleh tiga orang sahabat, yakni Henson, Roy (bass) dan El Coro (dram). Kesamaan selera musik ketiganyalah yang lantas menggerakkan band ini, dimana mereka meletakkan Nirvana dan Alice in Chains sebagai sumber inspirasi.

Pada September 2009, Bissing merilis album mini bertajuk “Half Ready” yang beramunisikan enam lagu, dan hanya diproduksi sebanyak 100 keping. Setahun kemudian, Bissing sempat vakum. Namun pada 2012, Mauritz bergabung, lalu disusul oleh Aryo menggantikan El Coro beberapa bulan kemudian. Justi melengkapi formasi Bissing pada bass sejak pertengahan Januari 2017 menggantikan Roy yang mengundurkan diri sejak Desember 2016.

Sejauh ini, lagu-lagu Bissing juga sempat termuat di beberapa album kompilasi, seperti “Jakarta Pop is Dead II” (2009), “We Are Grunge” (2009), “Noise vs Noise III” (2009), “Berteriak Marah VI” (2010), “Grunge Oktan Tinggi” (2016) dan “Album Compilation Vol.1” (2016).

Untuk kompilasi “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 2” sendiri, Bissing menyodorkan lagu bertajuk “Sameness” yang sebelumnya termuat di “Half Ready”, dan memang belum pernah tersedia di pasaran digital. Henson dan personel Bissing menggarap lagu itu pada Agustus 2009 silam di Zoe Music Studio, daerah Petukangan, Jakarta Selatan. Menurut Henson, banyak penggemar grunge di Tanah Air yang menganggap “Sameness” sedikit ‘gelap’.

“Seperti musik Alice in Chains. Padahal dari gue sendiri selaku penulis lagu nggak bermaksud membuat lagu yang ‘gelap’ seperti ‘Samenes’.  Awalnya gue bikin sebetulnya simple aja, gue pengen bikin lagu yang hanya menggunakan dua kord gitar seperti idola gue, Kurt Cobain. Kemudian pada waktu sesi recording, sound engineering-nya yang suka musik rock mengganti lead guitar ‘Sameness’ yang udah gue isi tanpa seijin gue, tapi pas gue dengerin ternyata keren dan gue suka, yang akhirnya gue pakai juga untuk keseluruhan lagu ‘Sameness’, urai Henson memperjelas.

Lirik lagu “Sameness” sendiri menyoroti mengenai pertikaian yang kerap terjadi di antara kehidupan manusia. Sebuah kenyataan yang menjadi pertanyaan dalam diri Henson, ‘Kenapa kita dibikin beda oleh Pencipta?’ “Kalau kita semua dibikin sama, tentu tidak ada pertikaian di antara manusia. Dan pada akhirnya gue menyadari, kalau kita sebenarnya sudah diciptakan sama oleh Tuhan, cuma manusia memiliki ego yang tinggi sehingga tidak menyadari hal tersebut.”

Rencananya, pada September 2017 mendatang, Bissing akan merilis album penuh, dimana mereka akan menambahkan materi album mini yang dipermak ulang plus tambahan empat lagu baru.

Oh ya, penjualan “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL 1” sendiri saat ini juga masih berjalan, dan bisa dibeli atau didengarkan via kanal-kanal digital seperti iTunes, Spotify, Joox dan lain-lainnya. Sekadar mengingatkan, album tersebut juga melibatkan para pejuang musik cadas berbahaya, seperti band rock legendaris Roxx (Jakarta), Tremor (Jakarta), Arkenstoned (Jakarta), Aftercoma (Bandung), Holykillers (Tangerang) dan Godless Symptoms (Bandung). Lebih jauh tentang rilisan ini, silakan langsung intip di microsite “CRACKED IT!” di portal ini juga.

Dengan rilisan “Cracked It!” ini, MUSIKERAS semakin memantapkan posisi sebagai media penyaluran idealisme musik penggetar kuping. Kami tak hanya hadir sebagai penebar berita-berita bertensi tinggi, tapi juga telah memuntahkan album kompilasi digital beringas yang merangkum band-band independen di Tanah Air.

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.