Sejak terbentuk pada 2015 lalu, Antimati langsung menargetkan untuk melampiaskan nafsu musikalnya lewat karya-karya rekaman. Tanpa buang waktu banyak, awal 2016 unit hardcore asal Jakarta ini langsung meluncurkan single bertajuk “Menelan Logika” dan “Full Respect”. Dan kini, Antimati sudah berancang-ancang untuk merilis album mini di penghujung tahun ini.
Walau sejauh ini persiapannya sedikit terhambat oleh kesibukan masing-masing personel, namun Antimati yang dihuni formasi Ronald (gitar), Edo (dram), Ica (vokal), Tebe (bass) dan Widi (gitar) tetap menggenjot proses penggarapannya.
“Basically, penggarapan beberapa materi untuk album masih terus berjalan. Setidaknya 5-6 lagu sudah fix untuk direkam. Dari sisi proses, kami sebisa mungkin memakai analog, minimal dari alat musiknya. Kami suka suara-suara yang dihasilka nya dan menjaga unsur manusianya tetap terasa,” urai pihak Antimati kepada MUSIKERAS.
Mereka menyebut, kiprah mereka lewat Antimati adalah sebuah pembuktian dedikasi terhadap solidaritas pertemanan dan keinginan untuk terus berkarya meramaikan skena musik underground Tanah Air. Adalah rasa rindu akan distorsi karena kesibukan masing-masing personel di luar musik yang menyebabkan Antimati terus berdenyut.
Dari sisi musikal, hardcore tetap menjadi titik sentral pengolahan komposisinya. Tapi menurut mereka, referensi membentang dari punk hingga metalcore, yang antara lain diserap dari band-band seperti Nirvana, Foo Fighters, Killswitch Engage, Every Time I Die, Mastodon, Shelter, Sick Of It All, Terror, NOFX hingga Ramones.
Namun intinya, hardcore-lah yang menyatukan mereka. Di genre tersebut, para personelnya bertemu dan menggabungkan sekian banyak influences masing-masing. “Hardcore untuk kami adalah bukan hanya genre. Dan banyak juga pengaruh unsur punk di musik kami. And it’s not just music. Hardcore dan punk cukup punya pengaruh yang besar terhadap hidup kami. It’s the way you think, its the way you speak, its a way of life. Kami tidak perlu selalu bicara topik yang terlalu berat kalau topik yang lebih ringan yang kami lihat dalam kehidupan sehari-hari bisa kami suarakan. Why not? Just speak your mind.“
Sementara dari band-band yang disebutkan tadi, para personel Antimati tidak hanya menarik manfaat dari sisi musik semata. Karena mereka mengamati juga proses kreatif dari masing-masing band tersebut. “Jadi bukan hanya sebagai musical influence, tapi juga proses kreativitasnya. Sisanya adalah apa yang keluar dan mengalir menjadi sebuah lagu Antimati.”
Lebih jauh info tentang Antimati bisa didapatkan di situs resmi mereka, antimati.com serta di kanal Reverbnation : www.reverbnation.com/antimati. (MK01)
.