PEARL JAM Akan Rilis Film Dokumenter “Let’s Play Two”

Untuk merayakan konser suksesnya yang berlangsung selama dua hari di Wrigley Field, Chicago AS pada 20 dan 22 Agustus 2016 silam, salah satu raksasa rock alternative/grunge Pearl Jam telah merencanakan bakal meluncurkan sebuah film dokumenter bertajuk “Let’s Play Two”. Pemutaran perdana film tersebut bakal dieksekusi pada 27 September 2017 di Chicago. Pada hari yang sama, peluncuran film “Let’s Play Two” juga akan disertai perilisan album soundtrack via Republic Records. Sementara untuk versi home video, dijanjikan bakal mulai diedarkan pada 17 November 2017 mendatang.

“Let’s Play Two” sendiri digarap bersama sutradara ternama, Danny Clinch yang bekerja sama dengan beberapa pihak produser seperti Monkeywrench Productions, Tourgigs Productions, Universal Music Publishing Group, Republic Records, FOX Sports serta Major League Baseball. Di film ini, Danny menuangkan sebuah kesaksian perjalanan karir Pearl Jam yang telah terentang sepanjang 25 tahun, terhitung sejak peluncuran album “Ten” hingga hari ini.

“Di film-film serta karya-karya fotografi saya, saya suka mengeksplorasi hubungan antara pihak band, para penggemarnya dengan lokasinya,” urai Danny, sutradara yang sudah sering menggarap proyek video untuk Pearl Jam, termasuk film konser “Immagine In Cornice” (2007) serta berbagai video-video promo.

Pearl Jam mengawali debut kesuksesannya ketika merilis album “Ten” (1991), setahun setelah terbentuk di Seattle, Washington. Saat dirilis, “Ten” berhasil menerobos ke peringkat kedua terlaris di Amerika Serikat dan antara lain melejitkan tiga single, yakni “Alive”, “Even Flow” dan “Jeremy”. Dan menurut data 2013, “Ten” sudah terjual sebanyak lebih dari 10 juta keping di seluruh dunia. Formasi Pearl Jam sendiri terbentuk setelah Mother Love Bone, band milik Jeff Ament (bass) dan Stone Gossard (gitar) bubar. Keduanya lantas mengajak Eddie Vedder (vokal), Mike McCready (gitar) dan Dave Krusen (dram) untuk bergabung dan membentuk Pearl Jam. Posisi dramer di band ini sendiri beberapa kali terjadi pergantian. Saat ini, Matt Cameron yang juga tergabung di Soundgarden merupakan dramer tetap di Pearl Jam sejak 1998.

Sejauh ini, angka penjualan 10 album studio Pearl Jam telah menyentuh angka lebih dari 32 juta keping di wilayah AS dan lebih dari 60 juta di seluruh dunia. (MK03)

Kredit foto: Steve Gullick

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
der jager
Read More

DER JAGER: Lestarikan Heavy Metal

Sembilan komposisi lagu energik yang raw, agresif dan oldschool diberondongkan Der Jager lewat sebuah album baru bertajuk “..In Which Evil Dwells”.
darraq
Read More

DARRAQ: Menabrak Batas Konvensional

Di album mini (EP) debutnya, “Of Human Nature”, Darraq menerapkan banyak warna. Ada elemen black metal, doom metal, doom stoner, groove hingga speed metal.
revelish
Read More

REVELISH: Eksplorasi Awal di Metal Modern

Lagu rekaman debut “Falsehood Progression” disuarakan Revelish sebagai penyaluran kemarahan kolektif dalam geberan komposisi metal yang kekinian.
killer of gods
Read More

KILLER OF GODS: Tusukan Kebrutalan Demagogi

Album brutal death metal yang mengangkat kritik atas demagogi dan ketimpangan sosial disemburkan Killer Of Gods lewat sembilan amunisi lagu beringas.