WE CAME AS ROMANS Ungkap Pergulatan Internal Band di “Cold Like War”

Pada Oktober 2016 lalu, unit metalcore/post-hardcore asal Michigan, AS, We Came As Romans kehilangan dramernya, Eric Choi yang mengundurkan diri, tak lama setelah bandnya merilis album self-titled. Namun kini, dengan David Puckett, dramer yang direkrut secara resmi pada awal Juni 2017 lalu, We Came As Romans siap meluncurkan album terbarunya yang bertajuk “Cold Like War” pada 20 Oktober 2017 mendatang.

Ancang-ancang perilisan album yang bakal diedarkan via label SharpTone Records tersebut telah didahului sebuah video musik untuk single yang juga berjudul “Cold Like War” pada 11 September 2017 lalu.

Menurut siaran pers yang diedarkan pihak band, album “Cold Like War” menyuguhkan ramuan komposisi garapan Joshua Moore (gitar), Dave Stephens (kibord), Lou Cotton (gitar), Andy Glass (bass), Kyle Pavone (vokal) dan David Puckett yang lebih beragam, agresif, enerjik namun juga sekaligus catchy.

“‘Cold Like War’ adalah tentang pergulatan,” cetus gitaris dan penulis lagu, Joshua Moore. “Yang membuat kami berhadapan satu sama lain, berhadapan dengan orang-orang yang kami cintai, dan dengan orang-orang yang telah mendukung kami. Sebab dua tahun belakangan ini terasa seperti sebuah perang yang besar buat kami, sebuah perang internal, untuk menemukan arah yang tepat buat band kami, untuk menemukan cara agar kami bisa tetap bersama dan kembali bahagia.”

Sejak terbentuk pada 2005 silam, sepanjang perjalanan karirnya, kerap terjadi pergantian personel di tubuh We Came As Romans. Sejauh ini, mereka tercatat telah merilis dua album mini (EP) bertajuk “Demonstrations” (2008) dan “Dreams” (2008) serta empat album penuh, yaitu “To Plant a Seed” (2009), “Understanding What We’ve Grown to Be” (2011), “Tracing Back Roots” (2013) dan “We Came as Romans” (2015). (MK03)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darraq
Read More

DARRAQ: Menabrak Batas Konvensional

Di album mini (EP) debutnya, “Of Human Nature”, Darraq menerapkan banyak warna. Ada elemen black metal, doom metal, doom stoner, groove hingga speed metal.
revelish
Read More

REVELISH: Eksplorasi Awal di Metal Modern

Lagu rekaman debut “Falsehood Progression” disuarakan Revelish sebagai penyaluran kemarahan kolektif dalam geberan komposisi metal yang kekinian.
killer of gods
Read More

KILLER OF GODS: Tusukan Kebrutalan Demagogi

Album brutal death metal yang mengangkat kritik atas demagogi dan ketimpangan sosial disemburkan Killer Of Gods lewat sembilan amunisi lagu beringas.
metyr
Read More

METYR: Paduan Post-Black dan Blackgaze

Tiga lagu diguyurkan Metyr sekaligus lewat album debut (EP) self-titled yang sarat paduan elemen post-black metal, shoegaze dan post-rock yang atmosferik.