ANGRA Rilis Album “Ømni” Tanpa KIKO LOUREIRO

Walau status gitaris Kiko Loureiro sebagai bagian dari formasi terkesan ‘ngambang’, namun unit metal asal Brasil, Angra akhirnya memutuskan jalan terus tanpa kehadiran Kiko yang telah resmi direkrut sebagai gitaris raksasa thrash metal Megadeth sejak awal April 2015 silam. Marcelo Barbosa, gitaris yang tadinya menggantikan posisi Kiko untuk kepentingan tur konser lantas dilibatkan secara penuh di penggarapan album baru Angra bertajuk “Ømni” yang bakal dirilis via earMUSIC pada 16 Februari 2018 mendatang.

Rafael Bittencourt, gitaris sekaligus penggerak utama Angra – bersama Felipe Andreoli (bass), Fabio Lione (vokal), Bruno Valverde (dram) dan Marcelo pun siap tempur dengan semangat baru tahun depan. “Ømni” sendiri merupakan karya album rekaman studio kesembilan Angra, dan merupakan yang pertama tanpa kehadiran Kiko Loureiro. Proses rekamannya dieksekusi di Swedia bersama produser langganan mereka, Jens Bogren, yang sebelumnya juga memoles pembuatan album “Secret Garden” (2015). Sebagai langkah promosi awal, Angra telah meluncurkan lagu “Travelers Of Time” sebagai single pemanasan.

“Ømni” yang dalam bahasa Latin berarti “segalanya” dipaparkan sebagai album konsep, seperti yang terjabarkan di siaran pers resmi Angra. Pendekatan sound cenderung organik, banyak penonjolan nuansa beragam serta dinamisasi setiap instrumen musik, namun tanpa meninggalkan formula khas karakter musik Angra yang memadukan heavy metal dengan musik klasikal, plus sentuhan Latin serta elemen rock progresif.

Angra terbentuk di Sao Paulo, Brasil pada 1991, dan beberapa kali mengalami proses gonta-ganti personel. Sejauh ini sudah merilis delapan album studio, yaitu “Angels Cry” (1993), “Holy Land” (1996), “Fireworks” (1998), “Rebirth” (2001), “Temple of Shadows” (2004), “Aurora Consurgens” (2006), “Aqua” (2010) dan “Secret Garden”. (MK02)

Ket. foto: Marcelo Barbosa & Rafael Bittencourt – Kredit foto: Adi Wirantoko

.

 

2 comments
  1. Hanya Andre atau Edu yang bisa bikin Angra berjaya kembali. Proses kreatif juga, mestinya balik ke yang lebih klasik macam Charlie Bauerfeind atau Dennis Ward seperti album-album sebelumnya. Modernitas Jens Bogren tidak pas untuk Angra..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
repture
Read More

REPTURE: Satu Dekade Sang Penakluk

Perjalanan satu dekade dirangkum Repture dalam sebuah album yang membawa gagasan sejarah serta semangat dan pendekatan kreatif yang mandiri.
dwikarta
Read More

DWIKARTA: Ruwatan Megah di “Sudamala”

Dengan jubah baru bernama Dwikarta, unit heavy metal asal Yogyakarta ini akhirnya geber karya baru yang melebur distorsi dan kemegahan simfonik yang emosional.