Walau bisa dibilang masa kejayaannya ada di era ‘90an silam, namun geliat musik grunge yang merupakan subgenre dari rock alternatif rupanya tak pernah padam hingga hari ini. Khususnya di tanah Air, komunitas grunge tetap tumbuh subur dengan basis penggemar yang kuat, tersebar di berbagai daerah. Dan kini, sebuah album kompilasi digital bertajuk “Imaji Musik Alt-Rock (Kompilasi Indie Alternative Rock Vol. 1)” diluncurkan untuk merayakan kelanggengan musik Seattle Sound tersebut.
Adalah Imaji Musik Indonesia (Imaji Musik ID), sebuah agregator pendistribusian karya rekaman musik secara digital yang menggagas lahirnya album kompilasi tersebut. Idenya bermula dari acara peluncuran album milik Dualisme, band grunge asal Jakarta, di acara bertajuk “Bodo Amat Day” yang berlangsung di Potsjam, sebuah live house di kawasan Potlot, Jakarta – yang juga menjadi markas band rock senior, Slank – pada 11 Maret 2018 lalu.
Hari itu, disamping Dualisme serta band Daldeldol yang menjadi penampil utama kedua, juga hadir delapan band pilihan lainnya, yaitu WisataJiwa (Bogor), Evelynoise (Bekasi), Hemel (Yogyakarta), WIS Rock (Semarang), Halaman Sosial (Tangerang Selatan), Morning Casablanca (Jakarta), Blackcat (Jakarta) serta Maximum Rock (Jakarta). Kesepuluh band tersebut masing-masing memiliki warna dan karakter yang berbeda dan unik lewat musik dan liriknya, plus didukung pula dengan energi mixing audio mereka yang menggelegar.
Menurut Massto Sidharta, produser album “Imaji Musik Alt-Rock (Kompilasi Indie Alternative Rock Vol. 1)”, ia tertarik untuk merilis album kompilasi ini setelah melihat sendiri energi kuat yang dipancarkan komunitas grunge dan alternative rock tersebut. Ditambah lagi, mereka juga menyukai dan memberi respon positif terhadap The Sidhartas, band punk/alternative yang dihuni oleh Massto dan Bimbim, dramer Slank.
“Bahkan The Sidhartas sempat diundang tampil di acara komunitas grunge di Bekasi, akhir tahun lalu. Kebetulan gue juga kenal dengan anak-anak komunitas tersebut, dan gue sendiri juga suka grunge,” cetus Massto kepada MUSIKERAS, beralasan.
Alternative rock atau alt-rock, menurut siaran pers Imaji Musik, adalah gaya musik rock yang muncul dari skena underground pada ‘80an dan menjadi sangat populer pada era ’90an. Kata ‘alternatif’ sendiri mengacu pada perbedaan genre dari musik rock mainstream yang ada pada jaman itu. Disebut juga, kemunculannya berasal dari gerakan punk era ’70an, dimana seniman berangkat dari kesederhanaan dan tradisionalisme punk rock untuk mengadopsi berbagai kepekaan avant-garde. Dengan ciri khas lirik yang sinis dan gelap. Adalah band Nirvana yang lantas membuat terobosan dan mengerek popularitas gerakan grunge sehingga memasuki arus utama musik dunia. (mdy/MK02)
Susunan lagu: 1) Salah Resep (WisataJiwa) – 2) 40.000 Kaki (Halaman Sosial) – 3) Go to Hell (Evelynoise) – 4) Antitesa Kau (Hemel) – 5) Rindu Tuhan (Maximum Rock) – 6) Maling (Dualisme) – 7) Gak Make Love (Morning Casablanca) – 8) Desah (Wis Rock) – 9) Bad Seed (Black Cat) – 10) Krisis Udara (Daldeldol)
.