KRISIUN Kembali Brutal di “Scourge of the Enthroned”

“Kami adalah satu dari sedikit band beranggotakan tiga orang di luar sana, yang memainkan musik yang rapat, keras, kasar dan nyata!”

Itulah esensi dari Krisiun, unit death metal mengerikan asal Brasil yang sudah malang melintang di skena musik keras selama hampir tiga dekade. Dan saat ini, reputasi kecadasan mereka masih terjaga kuat, yang sekali lagi bakal dibuktikan lewat sebuah album baru bertajuk “Scourge of the Enthroned”. Karya rekaman studio ke-11 Krisiun itu telah dicanangkan bakal dirilis pada 7 September 2018 mendatang dalam format digital, cakram padat dan piringan hitam (vinyl) via Century Media Records.

Tapi, jika dibandingkan dengan album sebelumnya, “Forged in Fury”, Alex Camargo (vokal/bass), Moyses Kolesne (gitar) dan Max Kolesne (dram) dengan tegas menerapkan konsep yang jauh lebih intens. Seperti yang dipaparkan di siaran pers resmi mereka, materi lagu-lagu di “Scourge of the Enthroned” yang keseluruhan berdurasi 38 menit sarat geberan distorsi cepat dan brutal. Menurut mereka, adalah masukan-masukan dari produser Andy Classen yang juga semakin membuat “Scourge of the Enthroned” benar-benar menjadi sebuah album ‘monster’.

Ini bukan pertama kalinya Krisiun berkolaborasi dengan Andy Classen. Sebelumnya, Andy juga bertanggung jawab dalam memoles penggarapan rekaman album “Conquerors Of Armageddon” (2000), “Southern Storm” (2008) dan “The Great Execution” (2011).

“Bekerja sama dengan Andy lagi di Stage One Studio, terasa seperti kembali ke kampung halaman. Kami tinggal di apartemennya selama hampir sebulan, dan benar-benar berkonsentrasi meramu lagu-lagu yang jauh lebih keras dibanding album sebelumnya.”

Selain itu, lokasi studio yang terletak di daerah terpencil – tepatnya di Kassel, Jerman – membuat para personel Krisiun bisa benar-benar fokus menggarap rekaman. “Tak ada gangguan, dan kami bersama Andy menggarap album seperti ‘orang gila’!”

Sejak terbentuk pada 1990 silam, Krisiun telah menghasilkan dua album demo, yakni “Evil Age” (1991) dan “Curse of the Evil One” (1992) serta sebuah album mini (EP) berjudul “Unmerciful Order” (1993). Setelah menyepakati kontrak rekaman dengan sebuah label Brasil, Dynamo Records, Krisiun merilis album penuh pertamanya, “Black Force Domain” pada 1995, yang lantas diikuti dengan album selanjutnya, “Apocalyptic Revelation” (1998). Tahun berikutnya, Krisiun dipinang label Century Media dan merilis sembilan album studio berikutnya, termasuk “Scourge of the Enthroned”. (MK03)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
karam
Read More

KARAM: Kepekatan Black dan Doom Metal

Sebelum menuju album, sejauh ini Karam telah memperdengarkan dua lagu rilisan tunggal. Termasuk yang terbaru, “Rekah” yang diformulasikan lebih gelap.
danz
Read More

DANZ: Trio Nekat Pindah Sekte?

Personel ADA Band, Lyla dan Govinda menyatu dalam formasi DANZ, yang menggeber formula modern rock yang lebih gelap, agresif serta eksploratif.
jivamaya
Read More

JIVAMAYA: Kisah Nyata di Balik Post-Rock

Pengalaman nyata menuntun Jivamaya untuk meneguhkan niat mewujudkan karya lagu rilisan tunggal debutnya, dan keluar dari zona nyaman.