NEPTUNUS Menghunus Aliencore di “Alien Conspiracy”

Banyak cara untuk membentuk identitas sendiri, agar bisa tampil beda di tengah rimbunnya band cadas di Tanah Air, atau bahkan di dunia. Seperti yang dilakukan Neptunus, unit penggeber distorsi kelas berat asal Medan, Sumatera Utara ini. Lewat album debutnya yang belum lama ini dirilis, “Alien Conspiracy” (Eastbreath Records), Neptunus mengibarkan sebuah formula musik berbahaya yang mereka sebut dengan istilah, ‘aliencore’ atau ‘spacetechdeath’.

Mengapa dinamakan demikian?

“Karena kami banyak dipengaruhi berbagai genre seperti technical death metal dan deathcore, dimana kami menyatukan kedua genre tersebut menjadi bentuk yang kami sebut dengan ‘aliencore’. Musik kami tidak hanya kencang saja, tetapi kami juga menambahkan unsur deathcore di breakdown, juga memainkan harmonisasi agar komposisinya lebih pas. Sehingga tidak terlalu monoton,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Dan disamping itu, menurut pihak label, Eastbreath Records, banyak hal istimewa yang terkandung di dalam musik Neptunus, yang secara kebetulan masih sangat langka di skena death metal Indonesia. “Mereka memainkan musik technical death metal yang sangat kompleks dengan tema luar angkasa dan konspirasi. Band seperti ini harus dilestarikan eksistensinya agar para penikmat musik death metal bisa dijauhkan dari kejenuhan karena stereotipe band yang genre-nya lagi booming saat ini.”

Para personel Neptunus yang diperkuat Andre Roy Pelawi (vokal), Asriadi Pardosi (gitar), Andi Muhammad Fachrozi (dram) dan Irwansyah Hasibuan (bass) sendiri menggarap rekaman “Alien Conspiracy” selama kurang lebih tiga bulan di di Servere Records, Tanjung Morawa, Medan, tepatnya pada periode Juni-Agustus 2018. Saat meramu musiknya, mereka sedikit banyak terinspirasi band-band dunia seperti Rings Of Saturn, Brain Drill, Archspire, Viraemia dan banyak lagi.

Neptunus terbentuk di Medan pada Desember 2016 dengan formasi awal dihuni oleh Andre Roy Pelawi, Asriadi Pardosi (Guitar), Andi Muhammad Fachrozi dan gitaris Ferry Permata Ananda. Namun pada awal 2017, Ferry memutuskan mengundurkan diri dari formasi band dan sempat membuat Neptunus berjalan dengan formasi bertiga saja. Pada Oktober 2017, Irwansyah Hasibuan resmi bergabung melengkapi Neptunus. (aug/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darraq
Read More

DARRAQ: Menabrak Batas Konvensional

Di album mini (EP) debutnya, “Of Human Nature”, Darraq menerapkan banyak warna. Ada elemen black metal, doom metal, doom stoner, groove hingga speed metal.
revelish
Read More

REVELISH: Eksplorasi Awal di Metal Modern

Lagu rekaman debut “Falsehood Progression” disuarakan Revelish sebagai penyaluran kemarahan kolektif dalam geberan komposisi metal yang kekinian.
killer of gods
Read More

KILLER OF GODS: Tusukan Kebrutalan Demagogi

Album brutal death metal yang mengangkat kritik atas demagogi dan ketimpangan sosial disemburkan Killer Of Gods lewat sembilan amunisi lagu beringas.
metyr
Read More

METYR: Paduan Post-Black dan Blackgaze

Tiga lagu diguyurkan Metyr sekaligus lewat album debut (EP) self-titled yang sarat paduan elemen post-black metal, shoegaze dan post-rock yang atmosferik.