Lewat album debut bertajuk “Toward to Harbour” yang dirilis akhir tahun lalu, Nightfall membuktikan mereka layak diperhitungkan sebagai unit cadas yang berbahaya dari Pantai Utara, Pulau Jawa. Mereka bagai amunisi dengan bubuk mesiu aktif yang siap diletupkan di skena post-hardcore Tanah Air.
Band yang terbentuk sejak 2016 lalu ini memainkan genre post-hardcore dengan sedikit bumbu emo pada lirik-lirik lagu mereka. Untuk mewujudkan album “Toward to Harbour”, Nightfall yang diperkuat formasi Nizar Bagas (vokal/gitar), Amar Ryan (gitar), Teddy Alamsyah (bass) dan Okta Dianto (dram) membutuhkan waktu selama setahun untuk pengumpulan materi, di antaranya mengeksekusi rekaman delapan materi lagu selama enam bulan yang cukup menguras energi.
“Kami merekam seluruh materi kami di Winsome Studio, Solo. Selama proses produksi ini kami dibantu oleh Wildhan dari Warthole, dan Maliq (Hiatus Rec) untuk proses mixing dan mastering,” ungkap personel Nightfall kepada MUSIKERAS, menambahkan.
Olahan perpaduan musik dan lirik menjadikan Nightfall sedikit unik. Mereka terus-terang mengakui memainkan musik yang lebih condong ke pola emo/post-hardcore. Namun lirik-lirik yang mereka tulis lebih (mengarah) kepada hal-hal tentang keresahan dan kegundahan.
“Efek Rumah Kaca, Touche Amore, Burning Down Alaska adalah beberapa nama yang menginspirasi kami, dan masih banyak yang lainnya. Kami mencoba membuat album ini terasa relate bagi mereka yang mendengarkan. Semoga pesan dari album kami dapat tersampaikan,” cetus mereka lagi, berusaha meyakinkan.
Lirik-lirik lagu di “Toward To Harbour” sendiri menceritakan tentang suatu perjalanan hidup, dimana pasti ada cinta dan kehilangan. Di sisi lain, Nightfall juga mendeskripsikan album ini sebagai awal dari sebuah perjalanan yang baru. “Di dalam album ini, seluruh artwork dan layout digarap oleh Rushit. Kami berterima kasih juga untuk Ruang Tengah, Samstrong Records, Elbuba store Pekalongan, Rushit, Ali Dipo (Suabakar), Ricky (House of Liars) dan seluruh teman-teman yang membantu di belakang layar Nightfall.”
Geliat karir Nightfall terbentuk di Pekalongan pada 2016, berawal dari album kompilasi dengan tajuk “Sambung Balung”, yang menjadi awal perkenalan mereka dengan kolektif Ruang Tengah yang berbasis di kota Pekalongan. Kompilasi tersebut membawa Nightfall bertemu dengan kawan-kawan Elbuba Store, Lucid, dan juga dengan Samstrong Records, label rekaman yang menjadi distribusi album Nightfall saat ini. Salah satu single pertama yang mereka rilis pada 2017 silam, berjudul “One Day” menjadi langkah awal keseriusan Nightfall akan jalan yang mereka pilih. Lalu di bawah naungan Samstrong Records, Nightfall pun melepas “Toward to Harbour”, yang dirilis dalam format fisik (CD) serta digital, termasuk di kanal Bandcamp. (aug/MK02).