Lebih dari empat tahun setelah album “Revolusi dan Agresi”, salah satu garda groove death metal asal Bandung, Devormity akhirnya gerah dengan zona nyamannya. Kini, mereka menggeliat lagi dan bersiap meletupkan sebuah karya rekaman baru yang semakin berbahaya. Direncanakan rilis sesegera mungkin, dengan judul album yang sudah dipastikan, yakni “Sabda Deformasi”.
Devormity sendiri sempat didera beberapa kali proses bongkar pasang personel, serta mengalami masa sulit sepeninggal mendiang Raziv, vokalis mereka. Akhirnya band yang saat ini digawangi oleh Uci (vokal), Redda (dram), Vey (gitar) dan Hilmi (bass) tersebut bertekad melanjutkan cerita dari album sebelumnya, yang mengobarkan tema peperangan, perjuangan dan kekuasaan. Selain itu, juga ada cerita tentang masa depan, dimana dunia kini berada di zaman pasca perang nuklir dan air menjadi sumber daya utamanya.
“Dari segi lirikal saya mencoba mengembangkan syair yang menjadi ciri khas Almarhum Raziv lewat sindiran satir kepada penguasa,” cetus Uci lewat siaran pers resminya, mempertegas.
Rencananya, “Sabda Deformasi” bakal beramunisikan sembilan trek ganas. Dan satu hal yang menarik, semua judul lagu disusun mengikuti alfabet kata ‘DEFORMASI’. Selain itu, juga akan ada beberapa bintang tamu yang dilibatkan berkolaborasi di album tersebut. Saat ini, Devormity sedang menyelesaikan tahap rekaman di studio Masterplan Bandung.
“Kami baru saja menyelesaikan sesi (rekaman) dram dan sekarang sedang dalam tahap perekaman gitar dan bass,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS, memberi kepastian.
Kali ini, pendewasaan musik menjadi perhatian utama para personel Devormity dalam mengolah komposisi di album “Sabda Deformasi”. “Kami mencoba memadukan subgenre seperti hardcore, grindcore, slam di beberapa track. Untuk referensi mungkin lebih ke Dying Fetus, Suffocation, Misery Index dan Visceral Disgorge. Masih dengan warna groove death metal yang kental, tapi dengan sentuhan yang sedikit berbeda dibanding album sebelumnya.”
Devormity mulai menancapkan keberingasannya di skena death metal pada 20 Desember 2009 silam, yang diawali formasi Raziv, Redda, Anggi (gitar), Cancan (gitar) dan Eka (bass). Tak lama, mereka berhasil mendapatkan kesempatan tampil di pentas bergengsi “Bandung Deathfest 5” yang memang sudah diidam-idamkan Devormity sejak awal. Setelah itu, Devormity pun menjadi sering tampil di event-event besar dan bergengsi, sebut saja seperti “Hellprint United Day” hingga “Rock In Solo”. Pada 2012, Devormity merilis album mini (EP) “Suffering Inhuman The Impalement”, lalu disusul album debut “Revolusi Dan Agresi” via label Extreme Soul Production Record.
Setelah menggelar serangkaian tur bertajuk “Revolusi Dan Agresi Tour 2015” di beberapa kota di Jawa Barat dan Jabodetabek, mereka lantas meluncurkan single promo berjudul “Satir” (2017) via Brutal Mind Record. Pada April 2014, berita duka menyergap band ini, Raziv meninggal dunia dan membuat Devormity sempat mengalami kegamangan. Pencarian vokalis baru terus dilakukan hingga mereka dipertemukan dengan Uci yang berdomisili di Jakarta, yang sebelumnya menghuni band Nicrov.
Perilisan album “Sabda Deformasi” sendiri bakal menjadi hadiah satu dekade usia Devormity berkarya di jagad musik ekstrim Indonesia. Sebuah karya yang tentunya layak ditunggu! (mdy/MK01)
.