SLEEPING WITH SIRENS Bangkit dari Kegelapan

Hiruk pikuk kesuksesan album “Gossip” (2017) serta tur yang berkepanjangan justru membuat karir band post-hardcore/metalcore asal Orlando, Florida (AS) ini sempat berada di titik yang tak menentu. Khususnya sang vokalis, Kellin Quinn yang terhempas ke situasi depresi dan menjadi budak alkohol.

“Saya melepas segalanya,” ungkap Kellin via siaran pers resminya, mengakui. “Saya tidak menjadi seorang pemimpin seperti biasanya. Selama beberapa tahun, saya berjuang melawan ketergantungan alkohol, depresi dan kegelisahan. Saya tak tahu bagaimana mengatasinya dan tak tahu harus berbuat apa. Saya tak tahu apakah bakal menghasilkan album rekaman dan naik panggung lagi atau tidak.”

Untungnya, situasi tak kondusif tersebut berakhir ketika suatu hari, Kellin berhasil mengalahkan dirinya dan menelpon gitarisnya, Jack Fowler. “Hey, saya ingin berhenti minum (alkohol). Saya mau berada di dalam ruangan dan menulis album rekaman terbaik dari yang pernah saya tulis sebelumnya!”

Dalam seminggu, semua harapannya menjadi kenyataan. Dan sejak Desember 2018, Kellin pun terbebas dari alkohol. Ia dan Jack lantas mendekam di MDDN studio di Los Angeles untuk memulai proses penggodokan album terbarunya. Dengan bekerja sama dua produser sekaligus, yakni Zakk Cervini (Blink-182, Good Charlotte) dan gitaris From First to Last, Matt Good (Asking Alexandria, Memphis May Fire, Veil of Maya), mereka pun berhasil melahirkan karya rekaman terbaru bertajuk “How It Feels to Be Lost”.

Album yang bakal dirilis pada 6 September 2019 mendatang via label baru mereka, Sumerian Records tersebut, juga masih diperkuat formasi Kellin, Jack Fowler, Nick Martin (gitar), Justin Hills (bass) dan Gabe Barham (dram). Namun kini, konsep musikal yang diterapkan justru mengembalikan sisi cadas dan agresivitas mereka, yang pernah mewarnai album-album awal Sleeping With Sirens, lengkap dengan ciri raungan vokal scream Kellin yang sempat ‘menghilang’ di album “Gossip”. Bukti keseriusan itu bisa didengarkan di single perdananya, “Leave It All Behind”, yang telah dirilis sejak 19 Juni lalu.

Sleeping With Sirens terbentuk pada 2009 silam, yang merupakan gabungan personel band For All We Know dan Paddock Park. Sebelum “How It Feels to Be Lost”, mereka telah menghasilkan album “With Ears to See and Eyes to Hear” (2010), “Let’s Cheers to This” (2011), “Feel” (2013), “Madness” (2015) dan “Gossip”. Sampai saat ini, penjualan keseluruhan albumnya telah mencapai angka lebih dari 1,5 juta keping di seluruh dunia, sementara lagu-lagunya telah didengarkan oleh 1,2 juta pengguna setiap bulan, di platform streaming Spotify. (*/MK03)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.