D’ARK LEGAL SOCIETY Eksploratif di “Delusional”

Hampir dua tahun sejak merilis album mini (EP) “Simulacra” di Kanada, D’Ark Legal Society (DLS) akhirnya kembali meletupkan sebuah single baru dengan warna musik yang terbilang cukup berbeda dibanding karya mereka sebelumnya. Pada 26 Juli 2019 kemarin, unit alternative metal yang telah mewakili Indonesia di festival musik internasional di Kanada “Envol Et Macadam 2017” tersebut meluncurkan single bertajuk “Delusional”.

“Delusional” ini, menurut Mattheus Aditirtono (vokal/bass), Aldo Kosim (gitar/vokal latar), Casey Renaldy (gitar) dan Erick Kevin Nathanael (dram), terbilang cukup ‘straightforward’ dan ‘easy listening’. Beat dram yang simpel namun powerful diiringi dengan riff gitar dan bass yang ear-catching, seakan mencoba mengatakan ke pendengarnya bahwa DLS adalah band yang eksploratif mencari warna musik yang baru dan mampu menjangkau berbagai kalangan pendengar metal Tanah Air dan dunia.

“Sengaja kami buat begitu dengan harapan bisa diterima oleh pasar yang lebih luas sekaligus menjadi tantangan baru juga untuk kami membuat lagu-lagu yang di luar kebiasaan, biar tidak terkesan monoton,” cetus DLS kepada MUSIKERAS, beralasan.

“Secara musikal, sejujurnya kami hanya membuat apa yang sekeluarnya saja. Kebetulan ini kali pertama kami menulis musik bareng-bareng dari nol. Biasanya salah satu personel sudah punya ide berupa scratch track atau riff-riff dasar lagu, terus dikembangkan rame-rame, untuk kali ini kita benar-benar nulis bareng-bareng dari belum ada apa-apa. Tapi kalau untuk lirik sendiri, influence-nya diambil dari cerita veteran tentara Jepang bernama Hiro Onoda, yang tetap bersikeras berperang dan berjuang untuk negaranya sekalipun perang dunia kedua waktu itu sudah kelar sejak bertahun-tahun yang lalu. Dan ide cerita itu sendiri awalnya tercetus dari Aldo, dan kemudian diadaptasi oleh Mattheus menjadi sebuah lirik.”

Bagi para personel DLS, “Delusional” sangat spesial dengan kehadiran salah satu vokalis kawakan skena metal Tanah Air, yakni Stephanus Adjie dari Down For Life, band metal legendaris asal Solo yang sempat mewakili Indonesia menggempur panggung Wacken Metal Festival di Jerman pada 2018 lalu. Di single ini, Adjie menyumbangkan teknik vokal growl-nya yang memang terkenal sangat bertenaga dan sangar. Raungan vokal Adjie membuat warna musik “Delusional” menjadi terdengar gelap dan powerful, sekaligus memastikan akar musik metal dari DLS tetap terjaga.

Ihwal pertemuan DLS dengan Adjie sendiri berawal di acara Rock on Monday Demajors, saat DLS diwawancara selepas tur Kanada pada 2017 lalu. Setelah kelar acara, saat off air, mereka pun berbincang-bincang dan membahas sedikit tentang kemungkinan berkolaborasi.

“Waktu itu masih sekadar wacana saja,” ungkap DLS, “sampai suatu ketika kami masuk studio untuk proses penulisan lagu pada awal 2018, dan ketika musik sudah jadi dan masuk ke fase pra-produksi untuk vokal, Mattheus membuat aransemen vockl yang cenderung di luar dari kebiasaan dia saat membut demo untuk guide. Ia memutuskan bagian growl dibutuhkan vokalis yang memang benar-benar powerful dalam soal growl.”

Mattheus sendiri saat itu bertekad untuk memasukkan unsur vokal growl di “Delusional” agar lagunya punya warna yang berbeda dibanding lagu-lagu DSL sebelumnya. Dari situlah akhirnya diputuskan untuk mengajak Adjie untuk berkolaborasi. “Untungnya beliau sangat terbuka dengan ide tersebut dan langsung mengiyakan ajakan kami.”

Sebelum “Delusional”, DLS yang terbentuk pada 2007 silam telah merilis album “Fruit of Chaos” (2015) dan EP “Simulacra” (2017). Kini, “Delusional” sudah bisa didengarkan via berbagai layanan streaming digital seperti Spotify, Deezer, Apple Music hingga Amazon Music. (mdy/MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.