Video Klip Baru HUMILIATION… Lebih Geber!

Humiliation melanjutkan guliran bola panas album “Karnaval Genosida” yang telah dimulai sejak akhir Maret 2018 lalu. Kali ini lewat peluncuran video klip dari single baru bertajuk “Anomali”, yang disebut-sebut oleh unit cadas asal Bandung tersebut, lebih berbahaya. Visualisasi “Anomali” sendiri telah tayang resmi di kanal YouTube sejak 15 November 2019, dan merupakan lagu pertama dari “Karnaval Genosida” yang dibuatkan video klip.

Dari segi lirik, “Anomali” sendiri bercerita tentang sikap individu yang berbeda dari mayoritas orang. Individu yang memiliki jiwa pembangkang berlandaskan pembenaran menurut perspektif dirinya sendiri, meskipun kebenaran tersebut belum tentu jelas kebenarannya.

Pemilihan “Anomali”, menurut Adam Ardhandy (vokal), Hamzah Sastra (gitar), Firman Ananda (bass), Hinhin Akew (gitar) dan Luthfi Setyo (dram) didasari oleh keinginan memberi kesan yang berbeda dibanding single sebelumnya, “Ironi Agnostik”.

“Karena dari segi komposisi, musiknya cukup berbeda dibanding single pertama, lebih geberrr! Pertimbangan lainnya, mungkin karena lagu ini salah satu lagu yang sering kami bawain,” cetus pihak Humiliation kepada MUSIKERAS beralasan.

Tentang album “Karnaval Genosida” sendiri, bisa dibilang merupakan proyek album yang sangat ambisius bagi Humiliation. Di proses penggarapannya, mereka melibatkan beberapa musisi tamu yang memberi kontribusi kejutan, yakni Ucok (Homicide), Vicky (Burgerkill), Nobie (Bottlesmoker), Ronald (Carnivored) dan berduet dengan penyanyi pop Yuka Tamada di lagu “Ironi Agnostik”. Dan yang paling mencengangkan, mereka juga bekerja sama dengan Mark Lewis, produser dan engineer metal veteran kelas dunia.

Mark sebelumnya punya reputasi tangguh di skena metal dunia. Produser asal Florida, AS tersebut tercatat pernah menangani penggarapan album milik band-band metal kelas berat seperti Chimaira, Trivium, DevilDriver, The Black Dahlia Murder hingga Megadeth. Bagi Humiliation yang sudah mulai menggeliat di skena death metal sejak 2010 silam ini, keputusan bekerja sama dengan produser musik metal kenamaan tersebut didasari target untuk bisa menyajikan karya yang lebih bagus. “Dan tentunya untuk lebih melebarkan sayap lagi, khususnya ke industri metal internasional!”

Pihak band juga mengungkapkan, konsep “Karnaval Genosida” merupakan bagian ketiga atau penutup dari trilogi dua album sebelumnya, yakni “Savior of Human Destruction” (2012) dan “Fatamorgana” (2015). Lalu dari sisi musikal, terdapat perbedaan yang sangat signifikan di “Karnaval Genosida” jika dibandingkan album-album sebelumnya.

“Secara konsep mungkin lebih mengedepankan pendewasaan Humiliation dalam bermusik. Masih dalam warna teknikal yang cukup cozy untuk didengarkan. Sejauh ini kami selalu menikmati semua lagu yang kami bawain, terutama dari album ketiga ini, karena mungkin lagu-lagunya yang masih ‘fresh’.” (Mdy/MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.