Lewat “End Pollution”, OCTOPUS Serukan Stop Limbah Plastik

Krisis besar sedang terjadi saat ini, dimana orang-orang lebih memilih untuk tidak terlalu peduli pada pelestarian alam. Padahal studi telah menunjukan – menurut data di siaran pers resmi Octopus – lebih dari 30 detik setiap hari hewan laut mati karena limbah plastik. Dan diperkirakan ada sekitar 46.000 lembar plastik di setiap mil di lautan dalam beberapa tahun ke depan. Bahkan yang lebih mengerikan, juga diperkirakan bahwa akan lebih banyak plastik dari pada jumlah ikan di lautan kita. Jika manusia masih ingin berkelangsungan hidup yang panjang, maka harus bersama-sama menolak atau mengurangi jumlah polusi plastik di planet ini. Karena lebih efektif jika keputusan itu berada di pihak manusia, sebagai makhluk yang paling berkuasa atas rantai makanan tersebut.

Itulah pesan utama di single terbaru unit metalcore asal Bandung ini, lewat single terbarunya yang bertajuk “End Pollution”. Sebuah karya rekaman terbaru yang diproyeksikan sebagai nomor pemanasan menuju perilisan album bertajuk “Negative”, yang direncanakan diledakkan Octopus pada Mei 2020 mendatang.

Jika melihat dari sisi konsep musikal, Octopus yang kini dihuni formasi Robi Wiguna (vokal), Septyan Yusuf (gitar), Erwin Kurniawan (bass) dan Arief Firmansyah (dram) menyebut “End Pollution” sebagai representasi, atau benang merah dari ramuan metalcore anutan mereka saat ini. Kurang lebih sama dengan single pembuka, “Negative”, yang telah diperdengarkan lebih dulu. Tepatnya pada Mei 2019 lalu. 

“‘End Pollution’ kurang lebih merupakan gambaran musik baru kami. Proses rekamannya masih sama seperti album mini (EP) kami terdahulu, dengan produser yang sama juga, yaitu di Pathetichut Studio. Hanya, mungkin dari segi sound saja yang akan berbeda dibanding EP yang dulu,” beber Octopus kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

Sekadar info, Octopus sebelumnya sudah pernah merilis EP bertajuk “Treasure” yang dirilis pada 20 Febuari 2016 silam.

“Kami deskripsikan di album baru nanti sebagai paket komplit, karena semua ide yang ada di otak kami ditumpah-ruahkan di album tersebut. Tapi tetap dalam benang merah musik metal dengan sedikit sentuhan dari genre lain seperti djent, rock, heavy metal dan blues. Referensi untuk album baru tetap mengacu kepada band-band Eropa dan Amerika.”

Disamping EP “Treasure”, Octopus yang terbentuk  sejak Oktober 2011 juga pernah merilis single “Way You Leave“ (2014) yang sempat terabadikan di sebuah album kompilasi serta single daur ulang milik Romaria berjudul “Malu Sama Kucing”, dimana Octopus menghadirkan vokalis tamu, Wulandari. Sampai saat ini, menurut Octopus, tahapan penggarapan album “Negative” sudah mencapai 70%, sisa  merampungkan rekaman vokal serta beberapa proses teknis lainnya. (aug/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.