POWERSLAVES Kemas Ulang Warisan Terbaiknya

Setelah menjalani 28 tahun bentang karirnya di ranah musik rock, Powerslaves tiba di fase dimana mereka ingin melakukan pengarsipan ulang karya-karya rekaman terbaiknya. Maklum, sebagian besar master rekaman dari rilisan album fisik yang pernah beredar di era ‘90an hingga awal 2000an tak lagi mereka miliki. Sementara produk kaset atau CD yang pernah meramaikan pasaran musik pun semakin langka ditemui, kecuali jejak visual yang tersebar di kanal YouTube.

Berpijak dari kenyataan itu, sekaligus meremajakan semangat Powerslaves untuk kembali menyemarakkan panggung rock Tanah Air, sejak tahun lalu band rock asal Semarang, Jawa Tengah ini pun telah memulai prosesi perekaman ulang beberapa lagu hit lawasnya. Rencananya lagu-lagu versi baru tersebut dirilis secara bertahap dalam format digital.

Sebagai pembuka jalan, Powerslaves telah meluncurkan versi baru “Kau dan Aku” sejak 24 Oktober 2019 lalu, serta nomor daur ulang kedua, “Hanya Kamu”. Kedua lagu tersebut masing-masing dicomot dari album “Powerslaves” (versi repackaged 2002) dan “Metal Kecil” (1995). Konon bakal menyusul juga versi baru dari “Impian” dan “Find Our Love Again” dari album “Metal Kecil” serta “Jika Kau Mengerti” dari album “Powerslaves” (2001). Nah, keseluruhan versi baru lagu tersebut rencananya bakal diabadikan dalam kemasan album ‘The Best’ yang bakal dirilis dalam waktu dekat.

Namun sebagai pemanasan menuju niat tersebut, Powerslaves yang kini dihuni formasi Heydi Ibrahim (vokal), Anwar Fatahillah (bass), Wiwiex Soedarno (kibor), Agung Yudha (dram) plus dua gitaris tambahan, Ambang Christ dan Robby Rahman telah menggelar “Konser Hanya Kamu” di Hard Rock Cafe Jakarta, pada 29 Januari 2020 lalu. Dalam konser tersebut, Heydi Ibrahim dkk menggaet aktris sekaligus penyanyi Natalie Zenn, pemeran Tasya dalam sinetron ‘Anak Langit’.

Tidak dipungkiri, salah satu pendongkrak bangkitnya Powerslaves di era milenial adalah sinetron yang disiarkan televisi swasta SCTV tersebut. Lagu-lagu Powerslaves seperti “100% Rock & Roll”, “Song for the Lovers” dan “Terus Melangkah” didaulat sebagai lagu-lagu resmi penghias sinetron tersebut.

Karakter vokal Natalie Zenn  yang cukup unik juga menjadi alasan lain mengapa Powerslaves mendaulatnya sebagai tamu spesial dalam “Konser Hanya Kamu” tersebut.  Sinergisitas keduanya melebur renyah dan penuh cita rasa saat membawakan versi baru “Kau dan Aku” serta “Jika Kau Mengerti”.

Wiwiex Soedarno yang menulis versi asli lagu “Hanya Kamu” mengaku tak ada perombakan drastis saat menggarap versi barunya. Namun demikian, proses penggarapannya memakan waktu yang terbilang lama.

“Proses penggarapannya cukup lama karena kami butuh pengendapan beberapa lama agar detail-detail dari lagu benar-benar digarap, karena ini adalah karya yang akan didengar selamanya. Ketika menurut kami aransemennya sudah asik, tidak akan kami ubah. Hanya pada sound-nya yang mengalami perubahan cukup signifikan karena perkembangan teknologi dan juga memang ada cara bernyanyi Heydi Ibrahim yang lebih dewasa,” tutur sang kibordis meyakinkan.

Bagi Powerslaves, proyek perekaman ulang lagu-lagu lama mereka tersebut dirasa sangat penting agar materinya bisa dinikmati via berbagai gerai digital. Selain itu, sekaligus sebagai sarana pengenalan ulang karya-karya lagu Powerslaves untuk generasi masa kini. “Karena banyak penikmat musik sekarang, terutama milenial, yang tidak tahu atau tidak mengikuti karya-karya Powerslaves sebelumnya,” ungkap Anwar Fatahillah kepada MUSIKERAS.

Kendati perekaman ulang kerap dianggap menghilangkan emosi yang tertanam di lagu versi aslinya, namun bagi Anwar, teori itu juga tidak sepenuhnya benar. Karena yang jelas, proses rekaman versi awal dilakukan justru pada saat mereka masih muda, dan hanya mengikuti arahan dari music director.

“(Saat itu) kami mungkin masih awam dalam rekaman. Kami hanya mengikutin arahan dari music director saat itu. Justru sekarang mungkin lebih bebas, dan energi bermusik tetep terjaga. Dan yang jelas (kami) semakin dewasa dalam bermusik, (jadi) bukan berarti kehilangan emosi….”

“Jujur saja, sebenarnya merekam ulang itu sebuah pekerjaan rumah yang sangat berat karena memang secara emosional akan ada perbedaan, namun secara teknis ada beberapa hal yang bisa dikatakan lebih bagus,” imbuh Wiwiex turut meyakinkan.

Sejak terbentuk pada April 1991 silam, Powerslaves telah menelurkan sejumlah album, yakni “Metal Kecil”, “Metal Kartun” (1996), “Kereta Rock & Roll” (1998), “Powerslaves”, “Powerslaves (repackaged) (2002), “Ga’ Bakal Mati” (2004), “Jangan Kau Mati” (EP, 2010), “100% Rock N Roll” (2012) dan “Rock Kebangsaan” (EP, 2013). (mdy/MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *