Kurang lebih tiga tahun sebelum dibubarkan, album ini dirilis. Tepatnya pada 21 Maret 2000 via EastWest Records, label yang bernaung di bawah perusahaan Warner Music group. Saat pertama kali dirilis di Amerika Serikat, karya album rekaman terakhir Pantera yang antara lain melejitkan single “Revolution Is My Name” dan “Goddamn Electric” (menghadirkan permainan gitar dari Kerry King dari Slayer) ini berhasil menerobos hingga ke peringkat 4 terlaris versi Billboard.
Khusus lagu “Revolution Is My Name” bahkan dinominasikan di Grammy Award 2001 untuk kategori “Best Metal Performance”, walau akhirnya dikalahkan oleh lagu “elite” milik Deftones.
Kini, 20 tahun berlalu, “Reinventing The Steel” bakal dibangkitkan kembali tahun ini lewat rilisan reissue untuk merayakan usia dua dekade tersebut. Belum ada tanggal pasti, namun pihak band telah menegaskannya lewat sebuah pengumuman di media sosial resmi mereka, kemarin (21/3).
“‘Reinventing The Steel’ berusia 20 (tahun) hari ini! Kami akan merilis sebuah (album) edisi 20th Anniversary tahun ini. Detail lebih lanjut akan menyusul. Untuk sementara, tonton pertunjukan live berikut dari ‘The Real Steel Tour’ (yang berlangsung) pada 20 Februari 2001 lalu,” tulis pihak band, sambil menyertakan tautan rekaman konser Pantera di Target Center, Minneapolis AS tersebut.
Bagaimana pun, kendati digarap dalam situasi internal yang mulai goyah, namun sesi rekaman “Reinventing The Steel” justru berlangsung sangat intens dan fokus. “Dime (‘Dimebag’ Darrell, gitaris Pantera) banyak menghabiskan waktu bersama (vokalis) Phil (Anselmo) menggarap aransemen vokal dan melodi,” beber dramer Vinnie Paul kepada Majalah Revolver, pada sesi wawancara 2012 silam.
“Album ini adalah yang terakhir,” tambah bassis Rex Brown. “Buat saya, adalah sebuah penampilan terakhir yang terbaik.”
Phil Anselmo yang saat penggarapan album sebelumnya, “The Great Southern Trendkill” terjerat ketergantungan heroin parah yang nyaris merenggut nyawanya, justru mengalami pengembangan kreativitas yang meningkat di sesi rekaman “Reinventing The Steel”. Ia masih mengonsumsi heroin, namun dalam kadar yang sangat kecil.
“Saya dan Dimebag sangat dekat untuk (album) yang satu ini. Saya muncul saat jam session, dan saya merasa mereka sangat terkesan pada saya saat itu. Ada sedikit hubungan persaudaraan yang diperbarui, ada kenikmatan baru dalam penulisan lagu. Saya menghabiskan banyak waktu di rumah Dimebag saat itu. Saya suka rekaman tersebut,” ungkapnya.
Dua bersaudara Vinnie Paul dan Dimebag Darrell membentuk Pantera pada 1981 silam, dengan dukungan Tommy D. Bradfold (bass) dan Terry Glaze (vokal). Tak lama, Rex Brown bergabung menggantikan Tommy. Awalnya, Pantera berada di jalur glam metal dan sempat merilis empat album, yakni “Metal Magic” (1983), “Projects in the Jungle” (1984), “I Am the Night” (1985), “Power Metal” (1988).
Setelah Phil Anselmo direkrut bergabung pada akhir 1986, perlahan Pantera mulai mengeksplorasi sound yang lebih berat dan cadas. Seperti yang terlampiaskan di album “Cowboys from Hell” (1990), “Vulgar Display of Power” (1992), “Far Beyond Driven” (1994), “The Great Southern Trendkill” (1996) dan “Reinventing the Steel” (2000).
Penjualan keseluruhan album telah mencapai angka lebih dari 60 juta keping di seluruh dunia. Sementara terhitung sejak 28 Januari 2020, lagu-lagu Pantera sudah dikonsumsi sebanyak lebih dari 1 milyar pendengar di berbagai paltform dengar musik digital (streaming) seperti Amazon, Apple Music, Deezer, Google hingga Spotify.
Saat ini Pantera hanya menyisakan dua personel, yakni Phil Anselmo dan Rex Brown. Dimebag Darrell meninggal dunia setelah tertembak saat manggung bersama band barunya, Damageplan di Alrosa Villa, Columbus, Ohio pada 8 Desember 2004, sementara Vinnie Paul menyusul menghembuskan nafas terakhirnya pada 22 Juni 2018. (MK03)
.