Lewat Hardcore, SHARKBITE Tumpahkan Realita Omong Kosong

Di tengah proses menuju perampungan produksi album penuh keduanya, unit hardcore asal Malang ini melanjutkan sepakterjangnya. Mesin telah dipanaskan, lewat sebuah single berbahaya bertajuk “Shallow Proof” yang kini telah membahana di berbagai jasa layanan dengar musik digital (streaming) seperti Apple Music, Spotify hingga YouTube Music sejak akhir Februari 2020 lalu.

Single terbaru itu sendiri merupakan kerja sama pertama kali Sharkbite dengan Disaster Records, sebuah label yang berafiliasi dengan clothing brand terkemuka, Maternal Disaster. Semuanya berawal dari bekal dokumentasi showcase “Living by The Proof” yang dibawa oleh produser eksekutif Sharkbite, yakni Rizky Sandiaribaya (pemilik Distortionmerch dan Gr8day Music) untuk menjajaki kerjasama dengan pihak Disaster Records. Dan hasilnya, pengajuan itu mendapat sambutan positif, dan berlanjut hingga kelahiran single “Shallow Proof”.

Proses rekaman “Shallow Proof” digarap Rizky Ananda Arif (vokal), Nanda Wahyu Pamungkas (gitar), Santonio August Suryo (bass) dan Bogi Prananda Satyagama (dram) sejak Januari sampai Maret 2019. Mereka merekamnya di AA studio, yang difasilitasi oleh Gigih Praseta, mulai dari rposes workshop hingga mixing dan mastering.

Kali ini, dari segi musikal, Sharkbite menerapkan konsep musikal yang lebih lebar. Mereka mengaku mulai memikirkan jangkauan audiens dan memaksimalkan kapasitas para personel dan tim produksi, serta berusaha menyeimbangkan antara kualitas dengan kebutuhan akan kuantitas.

“Singkatnya, kami ingin menjangkau tidak hanya penikmat musik hardcore saja. Sebenarnya daris egi musikal ini bukan hal yang baru bagi kami, namun hanyalah pengembangan dari inovasi-inovasi yang telah kami lakukan sehingga menguatkan, fresh and new. Inspirasi diambil dari pengalaman sosial kami para personel, membahas ‘omong kosong’ yang terjadi di sekitar kami,” beber pihak band kepada MUSIKERAS, menerangkan.

Sharkbite yang mengawali karirnya di skena musik keras Tanah Air pada 2009 silam, sejauh ini telah merilis album penuh “This Is Reality” (2012), sebuah album mini (EP) “Future Is Bleak” (2018) serta beberapa single. Setelah “Shallow Proof”, Sharkbite bakal menyiapkan proses perilisan album kedua – yang rencananya berjudul “Relocate The Fate” – yang mana prosesnya sudah rampung sejak tahun lalu, yang dikerjakan bersamaan dengan workshop “Shallow Proof”. (aug/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.