Sejak keluarnya himbauan untuk berdiam diri di rumah demi memutus rantai penyebaran Covid-19 atau virus Korona, banyak musisi yang akhirnya terpaksa memutus segala aktivitas luar ruangnya. Tak ada kegiatan latihan, apalagi manggung. Lalu bagaimana mereka memanfaatkan waktu selama berdiam di rumah?
Sebagai musisi, tentunya sebagian besar tetap melakukan kegiatan bermusiknya, tanpa harus bertemu satu sama lain. Kebanyakan akhirnya menyalurkan kreativitasnya dengan melakukan jamming via media sosial seperti Instagram, Facebook hingga YouTube.
Selain itu, tentunya meluangkan waktu mendengarkan musik. Nah, MUSIKERAS mencoba mencari tahu musik apa saja yang mereka konsumsi selama menjalani masa karantina ini. Setelah Eet Sjahranie beberapa hari lalu, kini kami menginterogasi Andre Tiranda, gitaris dan penggerak utama unit brutal death metal asal Jakarta, SiksaKubur.
Berikut lagu-lagu yang kerap didengarkannya saat menjalani #DiRumahAja:
“Too Much To Think” (311)
311 adalah salah satu unit alternative rock asal AS yang meramu komposisi lagu-lagunya dengan sentuhan reggae. Mereka antara lain dikenal luas lewat lagu “Down”, “Amber” dan “Come Original”. “Too Much to Think” sendiri merupakan single pertama dari album studio ke-12 mereka, “Mosaic” yang dirilis pada 11 Maret 2017 lalu.
“Karena 311 adalah salah satu band favorit gue sepanjang masa… dan di album barunya, lagu itu yang paling catchy…,” ujar Andre kepada MUSIKERAS, beralasan.
“Lonely Day” (System Of a Down)
Lagu ini dirilis pada 17 April 2006 silam, sebagai bagian dari kemasan album “Hypnotize”. Sekitar sembilan bulan setelah dirilis, lagu yang ditulis dan dinyanyikan oleh gitaris Daron Malakian tersebut berhasil masuk ke deretan nominasi Grammy Awards ke-49 untuk kategori “Best Hard Rock Performance”.
“Soalnya lagi sendirian di rumah berhari-hari, ya cocok aja lagunya….”
“The Flame” (Cheap Trick)
Sebuah lagu rock balada milik unit rock Cheap Trick, yang mencapai kesuksesan puncak pada 1988 silam. “The Flame” merupakan satu-satunya lagu Cheap Trick yang berhasil menembus peringkat puncak terlaris di AS menurut perhitungan Billboard Hot 100.
“Because we all need some ‘cheap trick’ in our life right?”
“Perfect Government” (NOFX)
Di tengah revolusi kebangkitan punk rock pada era ‘90an yang didominasi oleh band-band seperti Green Day, The Offspring, Bad Religion dan Rancid, NOFX yang berasal dari Los Angeles, AS menerobos barikade lewat album “Punk in Drublic” (merupakan plesetan dari kalimat “drunk in public”) pada Juli 1994. Album tersukses NOFX inilah yang memuat lagu “Perfect Government”.
“Lagi suka denger-denger NOFX lagi… to remind me the fun of playing music….”
“Somebody Get Me A Doctor” (Van Halen)
Salah satu warisan klasik dari salah satu band rock paling berpengaruh di dunia, yang termuat di album “Van Halen II” rilisan 23 Maret 1979 silam. Dari album ini pula melejit single “Dance the Night Away” dan “Beautiful Girls”.
“Karena Van Halen adalah nutrisi jiwa!”
Sedikit bocoran, Andre Tiranda dan bandnya, SiksaKubur kini telah menyiapkan sebuah album baru, tepatnya album studio kesembilan yang diberi judul “Dari Langit”. Ada sembilan lagu mematikan yang bakal termuat di album tersebut. Setelah badai korona berlalu, SiksaKubur yang telah terbentuk sejak 1996 silam akan merilisnya, sekaligus menggelar tur promonya. (mdy/MK01)
Kredit foto: Azhan Miraza
.