WALLS TO CAVE Siapkan EP Metalcore Bernuansa Shoegaze

Kami selalu ingin membuat karya yang lebih baik dari sebelumnya!”

Itu penegasan dari unit modern metalcore asal Bandung ini. Mereka merasa itu terbukti di penggarapan single ketiganya, “Fault”, dimana para personel Walls To Cave harus menginap dua hari di studio rekaman milik Bryan Staria, Black Record studio yang berlokasi di Cibinong, Jawa Barat, demi mendapatkan hasil terbaik. Di sana mereka merekam part untuk vokal scream dan clean serta dram, dibantu oleh music director Afrano Aditama.

“Kami berhasil menyelesaikan lagu ‘Fault’ dalam waktu satu minggu,” ujar Walls To Cave kepada MUSIKERAS mengungkapkan.

Sebelum “Fault”, Walls To Cave yang diperkuat formasi Gilang Rahmanto (gitar/clean vocal), Adam Bayu Diano (gitar), Erik Risando (vokal), Naufal (bass) dan Bayu Krisna Prabowo (dram) telah merilis single pertama berjudul “Antagonist” pada 2019 dan single kedua, “Useless” pada Februari 2020 lalu.

Saat menggarap “Antagonist”, Walls To Cave hanya butuh waktu sehari untuk merampungkan rekamannya, karena prosesnya memang dadakan. Namun proses keseluruhan – dan sempat diselingi berkali-kali pengubahan lirik – butuh waktu sampai seminggu untuk merampungkannya. Termasuk tahapan mixing dan mastering.

Sementara saat penggodokan “Useless”, mereka menghabiskan waktu dua hari untuk rekaman, dimana bahkan mengharuskan Erik, Gilang dan Bayu menginap di studio rekaman. Pasalnya, karena Erik dan Gilang perlu beberapa kali merekam vokal untuk penambahan lapisan (layer) pada vokal scream dan clean. Ditambah lagi Bayu selalu tidak puas dengan ketukan dramnya. Namun pada akhirnya mereka merasa puas akan hasilnya.

Yang menarik, modern metalcore yang digeber Walls To Cave tidak hanya disuguhkan secara ekstrim dengan dinamika yang terdengar sulit, namun mereka juga mengimbuhinya dengan iringan musik shoegaze untuk mempercantik lagu-lagunya.

“Sehingga kami merasa pantas dan layak untuk didengarkan. Aransemen musik kami terinspirasi dari band-band besar tentunya, seperti Wage War, Polaris, Northlane, Erra, The Ghost Inside, Architects, Born Of Osiris dan masih banyak yang lainnya.”

Setelah “Fault”, Walls To Cave kini tengah menggodok perampungan album mini (EP) yang rencananya disesaki lima komposisi sangar. Rencananya, pada Juni 2020 mendatang, mereka bakal meluncurkan single keempat, “Afraid”. Sementara target perilisan EP dipatok pada Agustus 2020, bertepatan dengan selesainya proses pembuatan single kelima mereka. Sementara ini, “Antagonist” dan “Useless” bisa dinikmati via platform digital seperti Soundcloud dan YouTube.

Sedikit menengok ke belakang, Walls To Cave mulai menggeliat pada 2019 lalu, dengan latar belakang kesamaan minat para personelnya pada petualangan dan alam. Korelasinya, Walls To Cave berarti ‘Dinding Menuju Goa’, yang dapat dimaknai sebagai cita-cita mereka yang tinggi seperti dinding alam dan keinginan mereka yang besar untuk mencapai suatu keberhasilan yang indah, seperti goa yang dihiasi dengan banyak keindahannya. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
der jager
Read More

DER JAGER: Lestarikan Heavy Metal

Sembilan komposisi lagu energik yang raw, agresif dan oldschool diberondongkan Der Jager lewat sebuah album baru bertajuk “..In Which Evil Dwells”.
darraq
Read More

DARRAQ: Menabrak Batas Konvensional

Di album mini (EP) debutnya, “Of Human Nature”, Darraq menerapkan banyak warna. Ada elemen black metal, doom metal, doom stoner, groove hingga speed metal.
revelish
Read More

REVELISH: Eksplorasi Awal di Metal Modern

Lagu rekaman debut “Falsehood Progression” disuarakan Revelish sebagai penyaluran kemarahan kolektif dalam geberan komposisi metal yang kekinian.
killer of gods
Read More

KILLER OF GODS: Tusukan Kebrutalan Demagogi

Album brutal death metal yang mengangkat kritik atas demagogi dan ketimpangan sosial disemburkan Killer Of Gods lewat sembilan amunisi lagu beringas.