TRASH AGAINST I Lampiaskan Kemarahan di Single “Tirani”

Single yang meneriakkan kemarahan unit punk rock asal Cibubur, Jakarta Timur ini terhadap setiap ketidakadilan yang kerap menjadi cerita pahit para pekerja di Indonesia, akhirnya terlampiaskan juga. “Tirani” lahir setelah melewati proses panjang dengan berbagai persiapan.

Single “Tirani” sendiri memang dipersembahkan Trash Against I (ya, sebaiknya nama band ini jangan disingkat) untuk para pekerja formal dan informal dari berbagai aspek dan bidang. Band bentukan 2019 lalu ini ingin mengajak para pendengarnya untuk lebih peduli, lebih berani bertindak dan bersuara saat melihat ketidakadilan tersebut terjadi di sekitar mereka. Karena pada intinya, kita semua adalah pelayan, pekerja, buruh, bahkan setidaknya menjadi budak untuk kehidupan kita masing masing.

Pelampiasan di lirik itu sendiri disampaikan Trash Against I lewat terjangan iringan musik yang bertempo cepat, dinamis dan berkobar-kobar. Musik mereka juga dibarengi entakan suara vokal yang keras dan agresif menjadi karakteristik dari Trash Against I. Para personelnya, yakni Mato Lorenzo (vokal), Jordy Calvin (gitar), Jirenio Pandensolang (dram) dan Yudhistira (bass) mengaku banyak terinspirasi usungan musik dari band-band dunia, seperti Ramones, Minor Threat, Black Flag sampai Bad Religion. “(Mereka) Sangat mempengaruhi musik kami,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS menegaskan.

Penggarapan “Tirani” dirampungkan dalam waktu yang cukup singkat. Trash Against I hanya butuh kurang lebih tiga jam untuk mengeksekusinya hingga rampung. Mereka merekamnya di Coma Studio, Cipinang. “Tirani” sendiri merupakan satu dari lima lagu – termasuk “Aku Pilih Mati” yang telar dirilis sebagai single pada Oktober tahun lalu – yang bakal menjadi satu kesatuan dalam kemasan album mini (EP) yang rencananya dirilis Trash Against I tahun ini juga.

“Tirani” kini sudah bisa didengarkan di berbagai platform musik digital seperti iTunes, Spotify, Deezer, Amazon hingga Pandora. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.