Kali Ini ALISON ROCK Suntikkan ‘Breakdown’ di Single “Take Me Back”

Tak berhenti di album pertama, “Revelation” yang diletupkan pada 2016 lalu, unit emo rock asal Denpasar, Bali ini kembali mendentangkan bel kreativitas mereka. Sebuah single bertajuk “Take Me Back” akhirnya berhasil diluncurkan Alison Rock setelah sempat mengalami penundaan akibat terkendala pandemi yang sedang melanda dunia.

Single tersebut juga telah divisualisasikan dalam format video klip, hasil garapan Bagus Windhi (Jibolba Baker) dan menghadirkan selebgram Yessy Diana sebagai tokoh utama dalam cerita videonya.

“Take Me Back” yang diciptakan oleh gitaris Mochammad Dedi Firmansyah digarap bersama personel lainnya, Made Sabda Adi Nugraha (vokal), Ketut Aryaputra (bass) dan I Putu Aditya Anggriawan (dram) pada awal Januari 2020 dan direkam selama seminggu. Kali ini Alison Rock mempercayakan Andika Tegar sebagai penanggungjawab arah musiknya.

Dalam menggarap lagu tersebut, Alison Rock menjalani prosesnya di Denpasar serta Bekasi. “Dan penggarapan take serta mix oleh music director Andika Tegar karena memang cocok untuk jenis musik Alison Rock yang terbilang baru ini, agar berbeda dari lagu sebelumnya,” beber pihak band kepada MUSIKERAS.

Jenis musik yang mereka maksud di sini adalah adanya keberanian memasukkan kejutan breakdown yang lebih kental dibanding karya lagu Alison Rock sebelumnya. Kebanyakan referensi mereka berasal dari paduan band asal Jepang, One OK Rock serta unit metalcore asal AS, We Came As Romans. Lalu, selain itu, dari segi lirik pun kini total menggunakan Bahasa Inggris. “Karena di lagu-lagu sebelumnya ada beberapa kalimat Bahasa Jepang.”

Selain merilis “Take Me Back”, Alison Rock yang dibentuk sejak 2013 ini kini juga tengah menjalani proses pembuatan album yang dijadwalkan rilis tahun ini. “Sudah ada tiga lagu yang sudah selesai, tapi karena pandemi jadi belum bisa maksimal dalam rekaman karena perlu berangkat ke Bekasi lagi.”

Untuk mendengarkan “Take Me Back”, bisa ditemui di berbagai platform musik digital seperti Spotify, iTunes, Amazon, Deezer dan Langit Musik. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
der jager
Read More

DER JAGER: Lestarikan Heavy Metal

Sembilan komposisi lagu energik yang raw, agresif dan oldschool diberondongkan Der Jager lewat sebuah album baru bertajuk “..In Which Evil Dwells”.
darraq
Read More

DARRAQ: Menabrak Batas Konvensional

Di album mini (EP) debutnya, “Of Human Nature”, Darraq menerapkan banyak warna. Ada elemen black metal, doom metal, doom stoner, groove hingga speed metal.
revelish
Read More

REVELISH: Eksplorasi Awal di Metal Modern

Lagu rekaman debut “Falsehood Progression” disuarakan Revelish sebagai penyaluran kemarahan kolektif dalam geberan komposisi metal yang kekinian.
killer of gods
Read More

KILLER OF GODS: Tusukan Kebrutalan Demagogi

Album brutal death metal yang mengangkat kritik atas demagogi dan ketimpangan sosial disemburkan Killer Of Gods lewat sembilan amunisi lagu beringas.