Setelah 25 Tahun, DEATH VOMIT Tolak Terbungkam

Usia seperempat abad sebenarnya masih menyisakan banyak impian yang belum teraih. Salah satunya, menggelar tur lagi. Namun terjangan pandemi Covid-19 telah menghadang langkah momentum unit death metal senior kebanggaan para metalhead Yogyakarta ini. Sehingga niat itu pun harus diurungkan untuk sementara. Dan sebagai ucapan terima kasih serta dedikasi terhadap para pemujanya yang masih setia mengikuti sepak terjang Death Vomit di altar musik cadas, trio Sofyan Hadi (gitar/vokal), Oki Haribowo (bass) dan Roy Agus (dram) ini pun mempersembahkan sebuah album studio terbaru bertajuk “Dominion Over Creation” pada 29 Juli 2020 kemarin.

“Kami ingin tetap bisa berkarya,” cetus Sofyan Hadi kepada MUSIKERAS, mewakili bandnya. “Mungkin dengan jeda yang tidak terlalu lama. Bermain di event musik dan berjumpa dengan teman-teman di Indonesia atau luar negeri terutama yang belum pernah kami datangi.”

Lalu apa cerita baru di balik penggarapan “Dominion Over Creation”?

Album studio keempat Death Vomit yang beramunisikan sembilan komposisi bergemuruh tersebut kali ini mencoba fokus menghadirkan warna baru dalam pengerjaan tata suara dan tata ucap lirik. Mereka menggarapnya di Rockstar Studio, Yogyakarta sejak Juli 2019 hingga Desember 2019 lalu. Durasi yang cukup panjang demi memberikan yang terbaik untuk penggemar Death Vomit khususnya, serta untuk pecinta musik metal di Indonesia.

“Semua kerangka lagu dibuat Oki Haribowo. Setelah itu kami aransemen alur instrumennya. Setelah semua fix, pattern vokal dibuat mengikuti pola dan mood lagu. Rekaman standar seperti biasa. Diawali dram sebagai acuan semua instrumen, kemudian bass, gitar dan vokal terakhir,” urai Sofyan lagi, mengungkapkan.

Hasil akhirnya, lanjut Sofyan lagi, eksekusi “Dominion Over Creation” membuatnya terdengar lebih simpel dan ‘easy listening’ dibanding album sebelumnya. Temponya juga bahkan sedikit lebih pelan. “Karena dua faktor itu, kami lebih berani menjangkau nada. Output yang dihasilkan juga berbeda karena fokus ke tata suara dan lirik. Album ini memang berhasil menghantar mood kami sama dengan apa yang kami rasakan pada awal proses menulis lagu.”

“Dominion Over Creation” sendiri dirilis via label Death Vomit sendiri, Demented Mind Record, yang didukung penuh oleh Sinergi Live sebagai produser eksekutif. Menurut Bakkar Wibowo dari Sinergi Live, kerja sama ini ia sebut sebagai bentuk dukungan Sinergi Live terhadap band lokal, khususnya dari Yogyakarta. “Harapannya, nanti akan lebih banyak lagi muncul talent baru di skena musik Indonesia, khususnya di Yogyakarta, dan mungkin ini juga bisa diikuti oleh daerah-daerah lain untuk selalu support band lokal mereka.”

Geliat Death Vomit selama 25 tahun dimulai pada 1995 silam. Lalu mereka mulai mendapatkan perhatian secara lebih luas di skena nasional setelah terlibat di proyek album kompilasi “Metalik Klinik 1” pada 1997, dimana Death Vomit menyumbangkan lagu bertajuk “Gelap”. Pada November 1999, band yang tercatat pernah menggelar tur di Australia, Jepang dan Asia ini akhirnya melepas album studio debutnya yang berjudul “Eternally Deprecated” dalam format kaset yang diproduksi secara mandiri. Karena penjualannya dianggap sukses, sebuah label rekaman asal Bandung, Extreme Soul Production lantas merilis ulang album tersebut.

Selanjutnya pada Agustus 2006, album kedua berjudul “The Prophecy” dirilis via label asal Jakarta, Rottrevore Records serta sebuah DVD konser bertajuk “Flame of Hate” tiga tahun setelahnya. Sementara album ketiga, “Forging a Legacy” dirilis pada Agustus 2014 via label Armstretch Records serta oleh sebuah label independen asal Amerika Serikat, Obscure Musick.

Nah, bagi kalian yang berminat mendapatkan album “Dominion Over Creation”, silakan mengontak akun media sosial pihak band dan labelnya, @deathvomitofficial atau @dementendmindrecords yang dibandrol dengan harga Rp. 50.000,-. (mdy/MK01)

.

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.