Besok, Dengarkan Musikalisasi Puisi Ala FOR REVENGE

Besok, unit rock asal Bandung ini merilis single terbarunya yang bertajuk “Perayaan Patah Hati”. Tentu ada yang baru, dimana kali ini mereka menerapkan kolaborasi lintas profesi, melibatkan coretan puisi karya Wira Nagara, seorang komika dan penulis yang dikenal lewat buku “Distilasi Alkena” (2016).

“Saya adalah pengagum karya-karya Wira,” cetus vokalis For Revenge, Boniex Noor mengungkapkan alasannya. Di mata Bonniex, tiap kata yang digunakan Wira terlalu emo untuk disebut sebagai ‘puisi senja’. Ada benang merah antara karya Wira dan For Revenge saat ini, bahwa keduanya memang harus merayakan patah hati bersama.

“Kolaborasi lintas profesi, menyisipkan puisi di lagu kami adalah sesuatu yang sangat baru buat For Revenge. Tentunya tanpa menghilangkan karakter emo/modern rock khas kami,” ujar Bonniex lagi kepada MUSIKERAS, menegaskan.

Sebenarnya, For Revenge yang juga dihuni Cikhal Nurzaman (gitar), Izha Muhammad (bass) dan Arie Pribadi (dram) sempat berencana membuat single lanjutan yang lebih ‘kelam’ dibanding “Serana” yang dirilis sekitar lima bulan lalu. Tapi setelah aransemen musik selesai, mereka merasa ada sentuhan yang kurang di lagu tersebut. Boniex lantas melontarkan ide untuk mengajak Wira Nagara. Dan singkat cerita, Wira pun tertarik untuk berkolaborasi dengan For Revenge.

Proses penggarapan “Perayaan Patah Hati” sendiri tidak berlangsung terlalu lama. Hanya butuh kurang lebih dua minggu untuk mengeksekusinya. Keseluruhan musik direkam di Reds Studio dan Studio 12 Bandung, sementara untuk pemolesan mixing dan mastering di Rostels Records, Depok. Lalu Wira yang berdomisili di Purwokerto dalam semalam mampu merampungkan puisinya dan langsung mengirimkan lewat email.

“Perayaan Patah Hati” sendiri, menurut pihak band, adalah semacam ‘mukadimah’, sebuah pengantar menuju album For Revenge berikutnya. “Sejauh ini For Revenge sudah merekam beberapa lagu untuk album tersebut, termasuk bocorannya lagu ‘Pulang’ dari album ‘Second Chance’ dengan ‘rasa’ yang baru,” tutur Boniex lagi menjanjikan.

Oh ya, sejak terbentuk pada April 2006 silam, For Revenge telah menghasilkan album rekaman penuh bertajuk “Fireworks” (2011), “Second Chance” (2017) dan “Auristella” (2019). (mdy/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.