GODLESS SYMPTOMS Endapkan Amarah di “Rengkuh Semadi”

Setelah ‘beristirahat’ selama hampir dua tahun sejak mundurnya Tommy Budiawan, gitaris sekaligus salah satu pendiri Godless Symptoms, akhirnya unit metal crossover asal Bandung ini memutuskan menggeliat lagi. Sebuah single terbaru bertajuk “Rengkuh Semadi” telah dilecut ke berbagai platform digital via Grimloc Records sebagai penanda dimulainya fase baru perjalanan karir Godless Symptoms.

“Rengkuh Semadi” sendiri merupakan tuturan pesan tentang penenangan diri, tentang perlunya manusia untuk mengistirahatkan pikirannya ketika didera kekalutan, amarah serta emosi yang menguasai jiwa.

“Di saat manusia kalut, resah, gelisah akan hal-hal duniawi, tak ada salahnya untuk sedikit merenung, mengintrospeksi diri, menenangkan pikiran-pikiran yang membuat diri kita menjadi lupa, marah, lelah, juga bosan. Rengkuh berarti merangkul, semadi berarti ‘semedi’. Merangkul ketenangan secara artian harfiah,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, menerangkan.

Butuh sekitar dua bulan bagi Godless Symptoms untuk mengeksekusi perampungan rekaman “Rengkuh Semadi”. Formasinya saat ini, yakni Yudi ‘Baruz’ Setiawan (vokal), Gusti ‘Goesti’ Sukma Pratama (dram), R. Diki Fajar Sidiq (gitar), Febby ‘Mbi’ Ruby Febian (bass) serta gitaris terbaru, Ryan Pratama dari Bloodsucker hanya melakukan dua-tiga kali proses latihan sebelum membawa “Rengkuh Semadi” ke dapur rekaman.

Proses rekaman dilakukan di Red Studio pada awal Februari 2020, lalu dilanjutkan dengan pemolesan mixing dan mastering – yang masing-masing ditangani oleh Adhit Android (Helm Proyek) dan Indra Severus (The SIGIT dan Pure Saturday) – ketika pandemi mulai merayapi wilayah Indonesia. Keseluruhan proses berhasil dirampungkan pada April 2020 lalu.

Kehadiran personel baru, Ryan Pratama, diakui para personel Godless Symptoms membawa pengaruh yang cukup signifikan di garapan komposisi “Rengkuh Semadi”. “Walaupun bagan musik awal dibuat oleh Diki, tapi sentuhan melodius dari Ryan cukup merepresentasikan kehadiran dia dalam membuat musik baru kami menjadi lebih dinamis,” seru pihak band meyakinkan.

“Rengkuh Semadi” sendiri mengawali proses kreatif Godless Symptoms menuju penggarapan album kelima. Sekitar akhir 2019, mereka telah memulai perancangan materi-materi baru yang memang dicanangkan sebagai amunisi album selanjutnya.

“Sengaja kami melempar single dulu sebagai ajang kembalinya kami dari ‘hiatus’, sekaligus memperkenalkan gitaris baru, Ryan Pratama setelah Tommy memutuskan untuk mundur di band ini. Semoga semua sesuai rencana, bulan November 2020 ini kami akan kembali masuk studio untuk merekam album studio kelima. Sejauh ini sudah ada delapan lagu fixed siap rekam. Inshaa Allah tahun depan kami akan merilis album!”

Sejak terbentuk pada September 2003 silam, Godless Symptoms yang pernah dinominasikan oleh sebuah majalah metal Internasional asal Inggris, Metal Hammer untuk kategori Global Metal di perhelatan bergengsi “Golden Gods 2014” telah melahirkan album bertitel “Crossover” (2007), “Revolusi Demokrasi” (2012), “Negeri Neraka” (2013) dan “The Deaf and the Wasted” (2017). Pada 2017, salah satu lagu Godless Symptoms yang bertajuk “Kebenaran Harus Lantang Bicara” termuat di album kompilasi digital “Musikeras Cracked It! Vol. 1” yang dirilis MUSIKERAS dan Locker Media. Lagu ini berhasil masuk nominasi AMI Awards 2017 untuk kategori “Karya Produksi Metal/Hardcore”. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.