Wawancara Eksklusif dengan PSYCROPTIC: “Agresif akan Selalu Menjadi Tema Band Ini.”

Pandemi virus Covid-19 yang melanda dunia rupanya tidak berlaku bagi kuartet technical death metal asal Australia ini. Tak ada rintangan yang menghalangi kreativitas para personel Psycroptic. Dan tak ada satu hari pun terlewatkan tanpa bekerja.

“Kami bekerja! Tak satu pun dari kami adalah tipe yang menunggu kesempatan untuk mengetuk. Kami semua telah menemukan cara-cara cerdas untuk tetap sibuk dan mendapatkan penghasilan yang solid meskipun dalam situasi seperti saat ini, dengan tetap mematuhi pedoman dan batasan-batasan. Kami akan terus menulis dan melepaskan materi (musik) sambil membangun ‘sarang telur’ kami secara bersamaan!”

Lontaran sarat optimisme di atas terlontar dari pembetot bass Psycroptic, Todd Stern, yang disampaikan lewat tanya-jawab eksklusif dengan MUSIKERAS. Ia mewakili rekan lainnya di band, yakni David Haley (dram), Joe Haley (gitar) dan Jason Peppiatt (vokal).

Hasil dari kesibukan Psycroptic itu telah menghasilkan dua buah komposisi brutal, gelap dan epik, yakni “A Fragile Existence” dan “The Watcher Of All”, yang telah dikemas dalam format album berdurasi pendek (EP) bertajuk “The Watcher Of All”. Secara teknis, proses rekaman dua lagu tersebut dieksekusi oleh Joe Haley di Crawlspace Productions, termasuk pengolahan mixing. Sementara untuk mastering kembali ditangani oleh Will Putney.

Dalam menjalani proses kreatif penggarapan “The Watcher Of All” ini, menurut Jason Peppiatt lewat siaran pers resmi Psycroptic, kali ini mereka ingin meneruskan eksplorasi yang mereka lakukan di album sebelumnya, “As The Kingdom Drowns” (2018), baik di lini lirik maupun dari segi musikal. Bekal itu yang kemudian didorong lebih maksimal hingga menyinggung teritori yang belum pernah mereka jajah sebelumnya.

“Saya merasa, kami benar-benar mencapai tujuan kami lewat lagu ini dan itu merupakan sesuatu yang sangat membanggakan. Kedua lagu tersebut adalah pelengkap sempurna untuk materi yang saat ini kami rekam untuk album penuh kami yang bakal rilis pada pertengahan 2021.” 

Lebih jauh tentang EP “The Watcher Of All” tersebut, berikut tanya-jawab singkat kami dengan Todd Stern:

Apa yang bisa Anda ungkap seputar penulisan dan rekaman “The Watcher Of All”? Adakah tantangan untuk merekamnya selama pandemi?

“Lagu ini, termasuk banyak materi selanjutnya yang sedang dikerjakan oleh Psycroptic, berasal dari ide-ide lagu yang dirangkai oleh Joe Haley atas inisiatifnya sendiri dan membiarkan kami semua ikut menulis untuk melengkapinya. Sepertinya kami bekerja sangat baik dengan cara seperti itu. Merekamnya tidak terlalu menantang jika mengingat situasinya. Tidak hanya jadi lebih mudah untuk menjaga jarak dan menghindari kontak, tetapi seringkali kami akhirnya (memang) hanya saling mengirim data.”

Dalam siaran pers disebutkan: ‘secara musikal, kami masih mendorong ke wilayah yang baru dan belum terpetakan bagi kami’. Bisakah Anda menjelaskan lebih lanjut tentang itu? Seberapa jauh Anda mengejar target ‘berat dan agresif’ kali ini?

Well, ide untuk menjadi band yang tetap aktif setelah lebih dari 20 tahun kurang lebih berdasarkan metodologi itu. Merilis karya rekaman yang persis sama berulang kali tidak akan memuaskan, tetapi lebih jauh lagi saya percaya sebagai seniman, selera kita akan menjadi sedikit lebih elegan seiring bertambahnya usia. Berat dan agresif sepertinya akan selalu menjadi tema yang mendasari band ini. Kali ini saya merasa kami bertindak sejauh yang kami bisa lakukan dalam hal agresi. Perbedaan utamanya adalah bahwa lagu-lagunya lebih lentur dan lebih dibangun di sekitar tema yang terpusat, yang memberikan karakter spesifik pada setiap lagu.”

Dari sudut pengolahan sound, apa tantangannya saat merekam keseluruhan “The Watcher Of All”?

“Tantangannya adalah sebagai berikut: Anda harus mendapatkan kejernihan (artikulasi), kualitas yang luar biasa, dan konsistensi, tanpa mempertaruhkan campuran akhir (mixing) yang terdengar terlalu terisolasi atau steril. Menurut saya rekaman metal modern seringkali terdengar terlalu bersih. Organik tapi kurang ‘kasar’. Sangat mudah untuk terdengar ‘sangat terpoles’ saat ini.”

Apa yang paling menggairahkan bagi Anda saat merilis musik baru?

“Secara pribadi, saya sangat senang mengetahui bahwa orang masih menaruh minat. Sejauh yang saya tahu, kami akan membuat jenis musik yang sama terlepas dari apakah itu dikonsumsi atau tidak, tetap menyenangkan ketika ada penggemar yang secara aktif mendengarkan dan memberikan umpan balik. Itu, bagi saya, menambahkan elemen baru yang menyenangkan.”

.

Psycroptic yang terbentuk pada 1999 silam pernah menggelar konser di Indonesia, tepatnya di Tennis Indoor Senayan sebagai pembuka konser Arch Enemy (28 Oktober 2009) dan di panggung megah Hammersonic Festival di Lapangan D Senayan, Jakarta (28 April 2012). Sejauh ini, mereka sudah merilis album “The Isle of Disenchantment” (2001), “The Scepter of the Ancients” (2003), “Symbols of Failure” (2006), “Ob (Servant)” (2008), “The Inherited Repression” (2012), “Psycroptic” (2015) dan “As The Kingdom Drowns” (2018). 

EP “The Watcher Of All” sendiri telah dilepas via label Agonia Records untuk format fisik (piringan hitam) dan Prosthethic Records untuk format digital, sejak 27 November 2020 lalu. (mudya mustamin)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *