Ketika Kopi Hitam Dididihkan Pelaku Musik Cadas

Musik ekstrim mengajarkan kami bagaimana tetap ada dalam pergerakan, tetap bergerak walau memiliki sedikit ruang, tetap saling bersimbiosis walau tidak besar, dan tetap berkumpul untuk mendukung satu sama lain.”  

Tidak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 bukan sekadar virus yang mengancam kesehatan, namun juga menjadi penghancur sektor industri ekonomi. Tak terkecuali di pentas dunia musik. Tapi bagi para pelaku musik cadas di Tanah Air, tak ada kata menyerah dalam menghadapi terpaan ganas cobaan hidup. 

Adalah Dark Ages Coffee, salah satu kolektif dari para pencinta musik ekstrim Indonesia mencoba menghadirkan salah satu solusi nyata pertahanan ekonomi rakyat di masa pandemi ini. Mereka lantas memperkenalkan salah satu signature kopi Nusantara dengan semangat kolaborasi. Kopi dipilih karena Indonesia merupakan salah satu negara penghasil biji kopi terbesar di dunia dan kini telah menjelma menjadi lahan bisnis yang lumayan menjanjikan.

Berawal dari gagasan Mulky, gitaris dari band grindcore Tyranny yang mencoba untuk merealisasikan wadah komunikasi teman-teman pencinta musik dengan memberanikan diri membuat Dark Ages Coffe Shop pada 10 Oktober 2018 lalu. Menekuni bisnis pengolahan biji kopi akhirnya membawanya ke jejaring bisnis lebih luas lagi hingga ke daerah Jawa Tengah. Menurut Dark Ages Coffee, hampir sebagian besar musisi adalah penyuka kopi, terlepas dari tren pasar tentang kopi itu sendiri. Ada kesamaan antara musik dan kopi yaitu sama-sama menjadi elemen dari hangatnya suatu kebersamaan.

Berangkat dari sebuah kecintaan terhadap musik dan ruang lingkupnya tadi, Dark Ages Coffee lantas merangkul teman-teman lain dengan semangat kolektif yang sering digaungkan di komunitas metal. Dark Ages Coffe membuat seri kopi khusus yang berkolaborasi dengan unit death metal veteran asal Yogyakarta, Death Vomit. Dalam kolaborasi ini juga, Dark Ages Coffee menggandeng Morrg, vokalis dan bassis unit grindcore Rajasinga, yang kebetulan juga seorang seniman artwork ternama dalam skena musik keras. Morrg menyumbangkan goresan tangannya mengeksekusi desain produk tersebut. Bagi Morrg, beans Death Vomit ini berkonsep tentang ‘Pengabdian’. 

Secara personal, Death Vomit merupakan band yang menjadi referensi death metal di awal mendalami musik di skena ‘bawah tanah’. Ketika mendapatkan kesempatan membuat visual produk band yang bersangkutan, sejatinya adalah saling memberi dan menerima. Begitu pun halnya di Dark Ages Coffee ini, Morrg merasa spirit yang diberi di sini adalah sebuah apresiasi, teruji dengan eksistensial Death Vomit di kancah musik Indonesia, attitude dan tetap berada di dalamnya.

Dalam peta musik ekstrim di Indonesia, perjalanan karir 25 tahun Death Vomit telah banyak memberikan kontribusi untuk industri musik, baik dalam negeri atau kancah internasional, menginspirasi talenta lain untuk menjadi bangga akan karya dan identitas ke-Indonesiaan. Pengukuhan inilah yang memberikan kesamaan pemikiran dengan Dark Ages Coffee untuk berkolaborasi mengangkat kearifan lokal Nusantara, melalui biji kopi Robusta yang diproses secara alami. Bahan dasar kopi tersebut diambil langsung dari tangan para petani desa Jlegong Bejen, Temanggung, Jawa Tengah yang kemudian dijadikan sebuah media selebrasi kecil atas lahirnya karya dari tangan anak-anak negeri, juga para pejuang ekonomi kreatif.

Para penikmat kopi pasti sudah tahu jika rasa kopi Robusta lebih pahit dan punya efek lebih kuat. Kadar kafein pada kopi Robusta mencapai 1,5 – 3,3% atau dua kali lebih kuat ketimbang jenis lainnya. Robusta juga merupakan jenis biji kopi yang mampu tumbuh di dataran rendah dalam cuaca lebih panas. Rasa yang lebih kuat, tumbuh dalam cuaca panas bukan sekedar ‘cocokologi’ dari materi album terbaru Death Vomit, “Dominion Over Creation” yang memiliki kadar tegangan musik tinggi dan panas layaknya bara api. Dark Ages Coffee X Death Vomit bisa dibilang sebuah representasi dari Kopi Robusta itu sendiri yang siap dipasarkan pada 12 Desember 2020 mendatang.

Dark Ages Coffee X Death Vomit dapat dinikmati dengan cara sangat praktis dan bisa diseduh sendiri dirumah. Tentukan sendiri takaran terbaik atau bereksperimen sesukanya. Jika Anda sudah memiliki album terbaru Death Vomit, mainkan sedikit imajinasi liar seakan-akan Sofyan Hadi (gitar/vokal), Oki Haribowo (bass) dan Roy Agus (dram) sedang membicarakan ganasnya tema “Dominion Over Creation” dalam satu meja bersama Anda menghirup aroma Robusta. 

Dark Ages Coffee X Death Vomit resmi bisa didapatkan melalui situs www.darkagescoffee.com atau dapat dipesan melalui aplikasi e-commerce Tokopedia : Dark Ages Empire. 

“Kolaborasi ini diharapkan mampu mendekatkan teman-teman penyuka musik keras dengan sedikit pesan bahwa Pandemi bukan suatu alasan untuk berhenti berbuat sesuatu, merajut lagi silaturahmi walau harus berbagi jarak, tetap berbagi dan memberikan api semangat bagi kita semua kearah yang lebih baik lagi. Secangkir kopi bisa mengantar pada sebuah diskusi, dan sebuah diskusi akan menarik jika diiringi sebuah musik, keduanya adalah awal suatu gagasan!” (MK03)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts