FIRST TIME Bangkitkan Album Hardcore yang Pernah Hilang

Salah satu punggawa lama nan berbahaya dari skena hardcore di Yogyakarta ini akhirnya berhasil juga melampiaskan album “Self-titled” mereka, setelah sekian lama terpendam di dalam arsip komputer. Bahkan delapan tahun lalu, arsip master rekamannya sempat hilang.

Tapi untungnya, di luar cerita soal raibnya master rekaman tadi, penggarapan album yang dinaungi oleh label Samstrong Records ini terbilang cepat, hanya sekitar tujuh hari, sudah termasuk eksekusi rekaman, mixing dan mastering yang keseluruhan dilakukan di Elssy Studio, Yogyakarta.

“Tantangannya cukup berarti, karena tidak banyak dari kami yang punya banyak pengalaman soal teknis dalam rekaman. Bisa dibilang operator pada saat itu, Om Wishnu lumayan sabar dalam menghadapi situasi tersebut. Karena rekaman dilakukan semi live dan tanpa panduan metronome, peluang salah kord dan take ulang cukup sering dilakukan,” urai First Time kepada MUSIKERAS terus-terang.

First Time yang digerakkan formasi Riyanto Rachmat (dram), Anom Sugiswoto (vokal), Jim Mardian (gitar) serta Satya Utama (gitar) bukanlah nama-nama yang asing bagi skena Yogyakarta. Pasalnya, band ini sudah terbentuk sejak 2006 silam, dan sudah mengalami proses bongkar-pasang personel. Album ‘self-titled’ yang mereka rilis diwujudkan dalam rangka menghasilkan sebuah kenang-kenangan arsip berharga bagi para ‘hardcore kids’.

Berisikan delapan lagu, yakni “Untitled”, “Your Own Friend”, “Old & New”, “Jalan Hidupmu”, “Proof Yourself”, “Bigmouth” dan “I Don’t Wanna Hear It” (Minor Threat cover), secara garis besar “self-titled” banyak terinspirasi dari kocokan riff gitar melodius ala band-band hardcore modern seperti Comeback Kid, In My Eyes, Allegiance, Outbreak hingga Minor Threat, yang lantas dibalut dengan ketukan cepat nan padat ala hardcore punk. 

Khusus lagu “Jalan Hidupmu” disebut First Time sebagai trek favorit, karena dari segi musikal mereka timbang cukup mewakili karakter First Time. “Dan pada saat rekaman, lagu ini lumayan menguras tenaga dan waktu, terutama untuk gitaris kami, Jim Mardian.

Dibanding band-band hardcore umumnya, First Time mengklaim racikan komposisi musik mereka lebih beragam, namun masih dalam benang merah musik cepat. “Dari modern hardcore yang melodius hingga hardcore punk dengan riff yang singkat dan padat. Kami jarang mempersoalkan pakem sebuah genre musik harus seperti ini dan itu, selama lagu yang kami buat dirasa cocok dan pantas, (maka) kami nggak masalah.” 

Self-titled” sudah tersedia di semua kanal digital paltform seperti iTunes, Spotify, Google Play, Amazon Music, Deezer hingga Pandora. (aug/MK02)

.

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.