Karya rekaman album bertajuk “Dogma Sintetis” yang telah diluncurkan resmi oleh unit heavy hardcore asal Bali ini pada Desember 2020 lalu, kembali dipertegas promosinya. Beringas menandainya lewat perilisan video musik untuk “Kriminalisasi Hijau”, single unggulan dari album tersebut. Alasan utama memilih lagu itu karena dianggap mewakili keseluruhan album.
“Menggambarkan isi keseluruhan dari album debut kami, keresahan akan peraturan yang tidak jelas serta kerusakan lingkungan yang terjadi di negeri ini. Selayaknya manusia hidup harus mencintai ibunya (pertiwi), bukan malah merusak,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, menyampaikan keresahannya.
Lebih jauh, “Kriminalisasi Hijau” menyoroti penggundulan hutan secara masif yang menyebabkan kerusakan hutan, kekeringan, banjir serta rusaknya habitat hewan hingga kontroversi pelarangan ganja sebagai tanaman medis di negeri ini, padahal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memberikan restu sekaligus merekomendasikan kepada World Health Organization (WHO) untuk bisa meratifikasi ganja sebagai keperluan medis. Sejalan dengan itu, dalam beberapa penggalan liriknya, Beringas juga terinspirasi dari buku “Kriminalisasi Ganja” karya Peter Dantovski.
Disamping “Kriminalisasi Hijau”, ada sembilan komposisi lain yang juga menjadi amunisi berbehaya di album “Dogma Sintetis”, di antaranya “Bungkam”, “Macan Hitam”, “Perang Tanpa Gencatan Senjata”, “Coronaskleng” dan “Aspirasi Dikorupsi”.
Formasi Aris Hartawan (gitar), Jisnu Anindya (dram), Semara ‘Bento’ Widya (bass), Agus ‘Djack’ Aditya (gitar) dan Anom ‘Wouv’ Marutha (vokal) menggarap “Dogma Sintetis” selama kurang lebih satu tahun di Noise Shelter. Dimulai sejak akhir 2019 sampai pertengahan 2020. Sementara khusus untuk perekaman isian dram dieksekusi di studio Nova, milik dramer Scared of Bums.
Heavy hardcore menjadi nadi utama geberan musik Beringas. Mereka juga menyusupkan pengaruh oldschool plus suntikan lirik yang mengobarkan isu sosial sehingga membuat keseluruhan kemasannya menjadi benar-benar beringas.
“Referensi musik kami kebanyakan dari band legenda jaman dulu kayak Madball, Terror, Hatebreed dan Slayer,” seru Beringas meyakinkan.
Sebelum melahirkan “Dogma Sintetis”, Beringas yang terbentuk pada 2011 silam, sempat mengalami kevakuman selama hampir lima tahun. Lalu bangkit lagi pada 2016 hingga akhirnya berhasil melampiaskan album debutnya. (aug/MK02)
.