Resensi: KeTuhanan, Keserakahan, dan Kebrutalan Death Metal

(Artis) Grausig – (EP) God, Is It? – (Prod.) 2021 Playloud Records

Puas bernapak-tilas lewat karya rekaman daur ulang, EP “Re-Abandoned, Forgotten & Rotting Alone” yang dilepas Desember 2019 lalu, unit brutal death metal asal Jakarta ini tak ingin diam meratapi kelamnya masa pandemi. Tombol kreativitas mereka dibiarkan terus hidup, memanas hingga akhirnya kembali menghasilkan sebuah single brutal terbaru bertajuk “God, Is It?”.

Lalu, tak ingin menjadi karya yang hanya gentayangan sebatas dunia maya, rilisan single “God, Is It?” yang berkesan sarkastik tersebut pun nekat dilontarkan dalam format fisik. Tepatnya menjadi salah satu amunisi dalam sebuah CD produksi Playloud Records, bersama satu lagu lainnya yang berjudul “Master Demagogi”.  

Ya, hanya dua lagu. Tapi dua peluru itu cukup untuk mendobrak gendang telinga lewat deru distorsi serta kebrutalan blastbeat yang menerjang tanpa ampun. Selama total tujuh menit 48 detik, Grausig memberondong bengis lewat dua lagu tersebut, seolah ingin memaksimalkan waktu sesingkat itu untuk menumpahkan unek-unek terdalam mereka seputar nilai ke-Tuhan-an. Di mata Grausig, nilai tersebut telah diselewengkan, menjadi sebuah kendaraan untuk mendapatkan kekuasaan.

.

.

“God, Is It?”, serta “Master Demagogi” yang menyorot para manusia serakah penyembah harta, seolah menjadi akumulasi perjalanan musikal tiga dekade Grausig, yang disemburkan secara epik namun dengan kontur yang lebih apik dan bercorak. Ada sempilan breakdown di beberapa bagian untuk menghela nafas, namun sambil tetap mempertahankan ketukan rapat yang mengintimidasi, plus duel terjangan permainan solo di gitar yang singkat tanpa basa-basi, namun kejam merajam jantung.

Untuk mendapatkan CD “God, Is It?” yang telah beredar sejak 12 Februari 2021 lalu, silakan menghubungi pihak band via akun Instagram resmi Grausig atau Playloud Records. Ada beberapa penawaran paket menarik, yang dikombinasikan dengan merchandise T-Shirt.

Sejak terbentuk pada 1989 silam, GrausiG yang kini dihuni formasi Denny Zahuri (dram), Isma ‘Bolonk’ Sulaiman (vokal), Rodewin ‘Ewin’ Naiborhu (bass), Slamet ‘Mame’ Kuskaijan (gitar) serta Robby Agam (gitar) sejauh ini sudah merilis tujuh karya rekaman berformat EP dan album penuh, yaitu “Feed The Flesh To The Beast” (EP – 1997), “Abandon, Forgotten and Rotting Alone” (1999), “Tiga Dimensi” (2002), “In The Name Of All Who Suffered And Died” (EP – 2013), “Di Belakang Garis Musuh” (2016), “Dogma Dunia Baru” (2018) dan “Re-Abandoned, Forgotten & Rotting Alone” (EP – 2019). (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *