Lepas Hibernasi, NIGHTFALL Letupkan Amunisi dari Alkitab

Satu tahun lamanya berhibernasi sejak melepas “Toward to Harbour” pada 2019, Nightfall akhirnya menggeliat kembali. Kali ini dengan energi baru, yang sangat berbeda dibanding sebelumnya. Band keras asal Batang, Jawa Tengah ini mencecar lewat sebuah amunisi terbaru bertajuk “Gluttony”, yang terinspirasi dari salah satu ayat Alkitab, tentang keserakahan menjadi manusia, yang akhir-akhir ini sering mereka lihat di kehidupan sekitarnya.

Sementara dalam penggodokan aransemen musik, Nightfall juga meracik formula baru di rilisan Samstrong Records tersebut. Ada ketukan kencang ala Converge, yang dipadu dengan riff-riff emo model Capsize, Baptists hingga Counterparts. 

“Kencang dan padat,” cetus gitaris Nizar Bagas kepada MUSIKERAS menegaskan.

“Lebih dewasa. Nah, karena aku yang ngerjain di bagian lirik, referensinya dari The Devil Wears Prada sama Converge,” seru vokalis Hardi Novian menimpali.

.

.

Saat penggarapan “Gluttony”, Nizar, Hardi, gitaris Teddy Alamsyah, bassis Fairuz Rushit serta dramer Okta Dianto (dram) “Gluttony” tidak butuh waktu lama untuk mewujudkannya. Pengerjaannya cuma sebulan. Direkam selama tiga hari di Winsome Studio, Solo. Namun selama menjalani prosesnya lumayan terkendala oleh domisili para personel yang terpencar.

“Waktu itu aku dibantu mas Wildan, dramer Warthole. Kami ngerjain proses rekaman instrumen. Sisanya baru dikirim ke Hardi untuk proses rekaman vokal di Jakarta. Ya, agak terkendala di jarak sih, karena Hardi ada di Jakarta, aku sama Rushit di Solo, Teddy dan Okta ada di Batang, ditambah kesibukan masing-masing personel. Jadi, ya selagi ada waktu kosong kami kejar untuk produksi lagu,” urai Nizar panjang lebar.

Namun menurut Hardi, sebenarnya proses ‘tektokan’ penggarapan single tersebut sudah berlangsung lama. Tepatnya sejak pertengahan 2020 lalu. Mulai dari tukeran referensi, sampai akhirnya proses rekaman. “Nah, ada yang unik nih. Proses rekaman vokal itu di kamar saya, jadi Nizar waktu itu kirim materinya, dan saya buat studio rekaman dadakan sendiri di kamar, dengan kasur sebagai peredam suara. Setelah itu, hasil dari rekaman vokal saya kirim lagi ke mas Wildan dari Winsome Studio untuk proses mixing hingga mastering. Prosesnya jadi lebih gampang walaupun jarak jauh. Karena untungnya, aku masih paham sedikit-sedikit untuk proses sistematika rekaman digital, jadi tektokannya lebih mudah.” 

“Gara-gara Covid (juga) sih jadinya kami lebih fokus dari jauh pengerjaannya,” ujar Teddy menambahkan.

Setelah perilisan “Gluttony”, Nightfall berencana merilis single lagi sambil menyiapkan materi album yang bakal mulai digarap pada Agustus 2021 mendatang. Mereka berharap album bisa dirilis pada akhir tahun. “Kami punya segudang rencana sebenarnya, mulai dari kejar album di tengah tahun sampai rencana untuk tur lagi. Tapi yaa, semoga pandemi brengsek ini juga lekas hilang dan kami bisa beraktifitas secara normal lagi.” (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *