Ini ‘Getaran Dahsyat’ TREMOR di EP “Evolusi Logika”

Pada awal Juli 2020 lalu, unit thrash metal asal Jakarta ini membuat gebrakan mengejutkan dengan membuat konten performa yang disiarkan via kanal YouTube, berupa kolaborasi unik mereka dengan musisi rock legendaris Bongky Ismail Marcel. Bersama mantan pembetot bass grup Slank tersebut, Tremor menggeber dua lagu ciptaan Bongky semasa di Slank, yakni “Kampungan” serta “An….jing” yang telah dipermak menjadi komposisi thrash. 

Rupanya, ‘getaran dahsyat’ tersebut tidak berhenti sampai di situ saja. Pada 22 Februari 2021 lalu, giliran gitaris rock legendaris Eet Sjahranie yang dihadirkan. Tapi kali ini tidak sebatas konten, melainkan lebih jauh ke penggarapan album. Eet yang dikenal sebagai motor penggerak utama band keras Edane dilibatkan Tremor di lagu “Dunia” yang bakal menjadi salah satu peluru di album mini (EP) terbaru mereka yang bertajuk “Evolusi Logika”.

Dasar gagasan lagu “Dunia” sendiri dibuat oleh vokalis dan gitaris Tremor, Lilik ‘Iik’ Wardiandi, yang kemudian dibantu oleh gitaris Rino Tri Hartono dalam penulisan lirik. “Lalu diaransemen oleh Tremor, dibantu bang Eet Sjahranie sewaktu beliau mengisi (part) solonya,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

Lalu apa alasan menggaet Eet Sjahranie? 

Sosok Eet dengan catatan sepak tejang serta ‘jam terbang’-nya di industri musik Tanah Air yang mengesankan, telah membuatnya menjadi salah seorang ‘living legend’. Itu salah satu alasan mengapa Tremor – yang juga diperkuat Dikdik Prasetiadi (bass) dan Noviar Fikal Putra Laude (dram) – akhirnya merasa harus berkolaborasi dengan mantan gitaris God Bless tersebut. Ditambah lagi, terlibat dalam pembuatan lagu atau aransemen lagu musisi-musisi lain di banyak genre bukan hal asing buat seorang Eet. 

Alasan lainnya, dan ini yang paling menantang, Tremor seolah-olah ‘menguji’ kelihaian seorang Eet bermain di genre musik yang sangat jauh berbeda dengan apa yang sedang dilakoninya sekarang, yakni thrash metal!

“Tapi, ternyata dengan kepiawaian beliau semua itu bisa ditepis dan tidak ada keraguan bahwa beliau memang piawai. Ini beliau buktikan sebelum terlibat dalam pembuatan EP. ‘Evolusi Logika”. Beliau, menjadi featuring di dua video Tremor’s live recording,” ujar Iik.

.

.

Video kolaborasi tersebut bisa ditonton di kanal resmi Tremor Thrash Indonesia di YouTube, dimana Tremor menggasak lagu “Megalomaniac” serta lagu cover milik Kreator, “People Of The Lie”. Bahkan untuk video saat membawakan lagu Kreator, kolaborasi tersebut mendapat perhatian dan ulasan dari salah satu media daring di Jerman, Obliveon Magazin.

“Jadi karena hal-hal tersebut di ataslah kenapa Tremor mengajak beliau (kembali) untuk berkolaborasi dalam lagu “Dunia”. Selain itu, yang sangat Tremor rasakan dan alami adalah, Eet Sjahranie adalah sosok yang ‘humble’, dan ini terbukti dengan beliau mau berkolaborasi dengan Tremor. Respect untuk beliau.”

Di EP “Evolusi Logika” sendiri merupakan karya rekaman album pertama Tremor yang menghadirkan kolaborasi dengan musisi lain. Selain dengan Eet Sjahranie, mereka juga menghadirkan dua musisi rock legendaris, yakni vokalis Trison Manurung (Roxx/Death Distortion) di lagu “Teror” serta gitaris Pay Burman (eks Slank/BIP/General Maya) di lagu “Evolusi Logika”.

Di EP yang bakal dirilis pada 11 Maret 2021 tersebut, Tremor menghidangkan empat komposisi cadas baru – termasuk yang menghadirkan tiga musisi legendaris tadi – serta tiga lagu lama, yakni “Murka”, “Terali Besi” dan “Mati Suri” yang didaur ulang dengan pendekatan mixing serta mastering baru. 

Sebelum “Evolusi Logika”, Tremor yang terbentuk sejak 2007 ini merilis satu EP “Awal Kebangkitan” (2016) serta album penuh berjudul “Penguasa” (2018). Pada April 2018, salah satu lagu Tremor yang berjudul “Depresionisme” juga termuat di album kompilasi “Musikeras Cracked It!”, rilisan MUSIKERAS. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.