YIAZMAT Serukan “Lawan” untuk Menjadi yang Tak Terkalahkan

Dengan lirik dan aransemen yang menyoroti kepentingan bermimpi dengan berani dan percaya diri, unit keras asal Bandung, Jawa Barat ini pun melontarkan single debut bertajuk “Lawan” pada 12 Februari 2021 lalu. Sebuah karya pertama yang diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh bagi awal perjalanan Yiazmat di dalam industri musik.

Karya “Lawan” sendiri juga dibangun dengan dorongan yang selaras, yaitu berdasarkan kesadaran untuk ‘ambil pilihan, libas tantangan’ dari para personel Yiazmat – Abram Demas (vokal), Andre Perdiana (gitar), Dimas Makdus (dram), Garry Prang (gitar) dan Muhammad Hafiz (bass) – dalam proses perencanaan dan pembuatan grup dan lagu debut ini.

Yiazmat memulai pengerjaan lagu “Lawan” lewat proses praproduksi sampai dengan produksi, di markas Yiazmat agar merasa lebih bebas dan leluasa dari segi waktu dan juga anggaran. Proses perekaman gitar, bass, dan vokal mereka lakukan secara mandiri dengan terapan metode direct ke audio interface lalu ke perangkat DAW (digital audio workstation). Untuk isian dram juga diprogram langsung di DAW oleh Dimas. 

.

.

Demo lagu “Lawan” sendiri sebenarnya sudah rampung pada Desember 2019 lalu, proses produksinya sudah dimulai pada Januari 2020. Hanya karena ada beberapa hambatan, termasuk pandemi yang menerapkan aturan lockdown pada April 2020, membuat proses produksi mengalami penundaan. Ditambah lagi, dua personel Yiazmat juga tengah fokus pada perampungan tugas skripsi. Mereka baru mulai serius menggarap “Lawan” lagi di akhir 2020, yang dilanjutkan dengan pemolesan serta penataan suara (mixing dan mastering) di Devota Rock Studio, Bandung.

“Jika dihitung total waktu dari mulai praproduksi, produksi, lalu ke pascaproduksi, lagu ‘Lawan’ ini dikerjakan kurang lebih selama satu tahun. Dan uniknya lagi, bagian vokal utama yang kami gunakan merupakan hasil rekaman vokal pertama dari pembuatan demo, alasannya karena feel vokalis kami saat menyanyikan lagu itu di proses produksi tidak ‘sedapat’ saat rekaman untuk pembuatan demo,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, terus-terang.

Jika ditinjau dari sudut pandang musikalitasnya, di lagu “Lawan” tersebut Yiazmat menerapkan leburan berbagai jenis musik. Menurut mereka, sejak awal mereka memang tidak berencana mematok lagu itu ke aliran musik tertentu. 

Riff gitar dan bass di intro lagu kami buat cukup heavy dengan suara fuzz yang ‘kotor’, kemudian dipadukan dengan dram yang dibuat groovy dari awal sampai pertengahan lagu. Gitar pada pre-chorus kami mainkan lebih groovy dengan suara overdrive, dan pada bagian chorus kami perkuat dengan melodic hook pada vokal dan gitar. Solo gitar sederhana pada bagian interlude dan dilanjutkan ke bagian bridge yang kami turunkan dinamika musiknya untuk membangun emosi menuju chorus terakhir yang lebih gahar dibanding chorus sebelumnya. Untuk referensi musiknya, kami banyak mengambil inspirasi dari (band-band seperti) Barasuara, .Feast, Foals dan Muse.”

Yiazmat yang terbentuk pada Agustus 2019 mendapatkan ide namanya dari salah satu monster di video game “Final Fantasy”. Mereka meniatkan Yiazmat bisa menjadi band yang ‘sulit dikalahkan’, di mana berdasarkan cerita di video game tersebut, Yiazmat merupakan lawan yang memang paling sulit ditaklukkan.

Saat ini, Yiazmat tengah menjalani proses praproduksi untuk pembuatan album mini (EP) pertama mereka. Dan salah satu lagu dalam EP tersebut rencananya bakal dirilis sebagai single kedua, sebagai pemanasan berikutnya sebelum merilis EP. Untuk mendengarkan “Lawan”, bisa menemukannya di berbagai platform digital seperti Spotify, Youtube, Amazon Music, Deezer, DistroKid, Shazam dan Tidal. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!